Tidak Puas Dengan Popso Nasi Goreng Parahyangan, Penumpang Layangkan Petisi ke PT KAI dan PT RMU

Sumber: change.org

Dengan diterapkannya peraturan yang melarang kegiatan masak memasak di kereta api, maka PT Reska Multi Usaha (PT RMU) mau tidak mau harus menanggalkan semua perlengkapan masaknya dan mengganti masterpiece-nya dengan produk Popso. Seperti yang diketahui bersama, Popso merupakan produk makanan olahan dalam bentuk beku, yang dalam penyajiannya perlu dihangatkan dengan microwave.

Baca Juga: Nasi Goreng Parahyangan: Racikan Sederhana yang Digandrungi Penumpang ‘Gopar’

Varian menunya pun bisa dibilang cukup komplit bahkan hampir meliputi semua menu andalan dari setiap rute, ambil contoh Nasi Goreng Parahyangan. Kendati makanan beku ini diupayakan memiliki rasa yang hampir sama dengan makanan aslinya, namun banyak pelanggan yang mengaku kurang puas dengan kualitas rasa yang diberikan. Pasalnya, baik Nasi Goreng Parahyangan, Bistik, dan menu hangatan lainnya memiliki rasa yang terkesan hambar dan jauh dari ekspektasi.

Wajar saja jika sebagian penumpang ngamuk karena harga yang harus mereka bayar untuk Popso lebih mahal ketimbang Nasi Goreng Parahyangan yang digoreng dadakan. Sampai-sampai, beberapa dari mereka mengeluarkan petisi untuk mengembalikan penganan yang sudah menjadi identitas dari Kereta Api Argo Parahyangan (Gopar).

“Tolong Bapak Ibu para petinggi PT KAI dan PT RMU dengarkan keluhan kami. Jangan kau tinggalkan kami dalam kereta dengan makanan seharga 30 ribu tapi rasa tidak menentu.” tulis seorang pelanggan KA Gopar, dikutip KabarPenumpang.com dari laman change.org. “Tidak malu dengan minimarket yang menjual RTE (Ready To Eat) hanya 20 ribu tapi rasa cukup nyaman di lidah? Tolong ini demi kami, demi pelanggan.” tandasnya.

Bahkan, seorang pelanggan yang mewakili aspirasi dari kekecewaan penumpang lainnya ini sampai-sampai menyindir jargon dari PT KAI yang bersinergi dengan PT RMU ini. “Apa kata tulisan ‘Anda adalah prioritas kami’ kalau yang diutamakan adalah keuntungan.” sindirnya pedas. Hal ini pun mau tidak mau menjadi PR bagi PT KAI dan PT RMU untuk membenahi layanannya tersebut secara menyeluruh.

Baca Juga: PT KAI Bocorkan Sejumlah Rencana Strategi Bisnisnya di Tahun 2018!

Bagaimana tidak, dalam postingan si pelanggan tersebut, turut dicantumkan foto Popso Nasi Goreng Parahyangan yang benar-benar jauh dari ekspektasi. Hanya ada nasi goreng yang dibungkus dengan kertas minyak, sepotong ayam goreng, dan acar, lengkap dengan tissue, sendok, garpu, dan tusuk gigi. Sontak si pelanggan geram dan melayangkan petisi kepada PT KAI.

Kendati PT KAI dan PT RMU sudah memperbaiki layanannya tersebut, namun inti dari petisi itu bukanlah terletak pada pelayannya, namun lebih condong kepada cita rasa yang selama ini sudah menjadi ‘legenda’ di layanan KA Gopar.