Tidak Antar Penumpang, Moda Otonom Ini Ditugaskan Untuk Kirim Barang!

R1 dari Nuro. Sumber: techradar.com

Siapa bilang moda otonom hanya diperuntukkan bagi penumpang yang hendak bepergian dari satu titik ke titik lainnya? Ternyata tidak semua lho! Ada beberapa moda otonom yang tersebar di seluruh belahan dunia yang ternyata ditugaskan untuk berperan sebagai kurir, baik itu moda darat maupun moda udara (drone).

Baca Juga: Swiss Manfaatkan Drone Untuk Antar Sampel Laboratorium

Untuk drone, sebuah perusahaan yangbergerak di bidang logistik, Swiss Post berencana untuk menghadirkan drone yang akan ditugaskan untuk mengantarkan sampel laboratorium dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya. Kota Lugano dipilih sebagai lokasi uji coba teknologi masa depan ini. Matternet ditunjuk Swiss Post untuk menyediakan drone jenis quadcopter (drone dengan empat baling-baling) yang mampu menampung beban hingga 2kg, dengan kecepatan tempuh 36 km/jam.

Tidak Swiss Post, salah satu raksasa dunia aviasi global, Airbus pun baru-baru ini menerbangkan sebuah Unmanned Aerial Vehicle (UAV) untuk pertama kalinya, dimana drone tersebut ditujukan untuk mengantar barang. Adalah Skyways, drone yang pertama kali diuji coba di National University of Singapore pada 8 Februari 2018 ini menuai respon positif dari para pengunjung yang datang di acara tersebut.

Beralih ke moda darat, dimana dua orang insinyur yang pernah mengabdi kepada Waymo (anak perusahaan dari Google) mengembangkan  R1, moda darat yang ditujukan untuk mengantar pesanan online hingga dry cleaning. Dengan menganut sistem pengaplikasian yang sama dengan moda berbasis online, para pengguna nantinya cukup menentukan titik penjemputan dan destinasi pengantaran, dan R1 akan datang menjemput barang tersebut.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman techradar.com (31/1/2018), moda otonom bertenaga listrik ini mampu menangkut beban hingga 20 kantong belanja dan bermanuver layaknya moda otonom terkemuka lainnya. Dengan bentuknya yang menyerupai kantong belanja berroda, menjadikan kendaraan ini mudah untuk dikenali.

Baca Juga: YAPE, Robot Pengirim Barang Dengan Teknologi Pemindai Wajah

Walaupun kehadirannya di pasar moda otonom terbilang cukup terlambat, namun misi yang diemban oleh Nuro dengan R1-nya ini memberikan warna baru di ranah tersebut. Jika tidak ada halangan, R1 akan mulai mengambil jatah di jalanan Amerika pada akhir tahun 2018 ini.

Jika dibandingkan, nampaknya UAV yang berperan sebagai kurir akan lebih mudah diterima oleh pasar, mengingat rute yang dilalui bebas hambatan. Tidak seperti di jalur darat yang memaksa moda otonom untuk bersinggungan secara langsung dengan pengguna jalan lainnya, seperti kendaraan konvensional, pejalan kaki, hingga pesepeda. Belum lagi traffic light yang kerap kali menjadi sumber kemacetan di beberapa titik. Tapi kita tunggu saja perkembangan selanjutnya dari R1!