Ternyata Ada Polemik Tentang Kain Pelapis di Kursi Angkutan Umum

Pelapis kursi angkutan umum (BBC)

Berbicara tentang transportasi umum seperti bus, kereta beberapa moda transportasi darat lainnya, salah satu paling cepat di cari adalah tempat duduknya. Apalagi jika jam-jam padat, rasanya sangat sulit untuk mendapatkan tempat duduk.

Baca juga: Kursi Penumpang MRT Jakarta Berbahan Plastik, Upps Jangan Kecewa Dulu!

Meskipun tempat duduk tersebut kurang nyaman, tapi dikala lelah bisa menjadi tempat bersandar yang baik. Tapi sadarkah Anda bahwa kain yang menutupi kursi penumpang ini lebih banyak berwarna merah dan biru violet dengan tiruan grafis yang mempercantiknya walau kursi tidak nyaman.

Namun ternyata jawaban untuk pelapis kursi ini hampir sama rumitnya dengan menjawab tentang kemacetan. KabarPenumpang.com merangkum dari laman bbc.com, ternyata ada beberapa alasan kenapa kursi penumpang memiliki pelapis yang tidak bagus alias jelek.

1. Harus tahan lama
Sebenarnya kain pelapis kursi di transportasi massal haruslah tahan lama. Sebab kursi selalu di duduki penumpang yang berganti-ganti. Lapisan kain selain tahan lama juga harus mudah dibersihakan, menyamarkan noda yang di sengaja atau tidak. Harus terllihat bersih.

Maka ada superfabric atau bahan karpet yang digunakan untuk pelapis kursi dan digunakan di kebanyakan angkutan umum Inggris serta menjadi pilihan angkutan massal di negara lain.

2. Proses perancangan
Berbagai macam desain dirancang untuk membuat lapisan tempat duduk tersebut. Beberapa perusahaan desain bisa mendapatkan keuntungan dalam membuat desain kursi angkutan massal. Apalagi desain yang bagus bukanlah prioritas tertinggi untuk angkutan massal.

Untuk merancang desain hingga menyelesaikannya butuh waktu lama sekitar 18 bulan hingga dua tahun. Bahkan ada perusahaan angkutan massal yang memilih desain untuk rancangannya sendiri seperti menggunakan logo mereka di kursi penumpang.

3. Fashion berubah-ubah
Kain untuk moda transportasi kini mengikuti mode seperti kain komoditi lainnya yang dirancang. Untuk mendapatkan kesan klasik terkadang menggunakan fashion klasik atau jika sedang tidak bagus akan berganti dengan mode lainnya. Reputasi paling mengerikan pada fashion ini di tahun 1980an ketika agen transportasi umum memutuskan mengikuti tren dengan warna yang agak mencolok.

Seperti warna cerah, cokelat hingga jingga menghiasi lapisan kursi angkutan umum pada masa itu. Tapi untungnya mode saat itu tidak terlalu lama digunakan dan mencari warna yang bisa digunakan satu dekade atau lebih.

Baca juga: Duduk di Kursi Belakang Bus Lebih Cepat Mabuk, Ini Dia Penyebabnya!

4. Keunikan desain kain
Begitu banyak desain sehingga banyak pilihan hingga akhirnya menggunakan desain yang benar-benar bisa menutupi kotoran dan noda. Banyak yang bertanggung jawab untuk menghadirkan kenyamanan warna dalam kain pelapis kursi angkutan umum. Mereka mengembangkan desain yang bagus baik dari grafis, produk, terknik dan bahan yang digunakannya.

Biasanya ini mencakup aspek sistem transportasi dan mengadopsi estetika desain yang unik. Bahkan kedepannya, mungkin kain pelapis kursi angkutan umum ini akan memiliki desain yang lebih bagus.