Ternyata Ada Beragam Jenis Bantalan Rel, Indonesia Pakai Yang Mana?

Bantalan Slab

Bicara tentang jaringan kereta tentu tak bisa dilepaskan dari komponen bantalan rel, pasalnya apa pun jenis kereta yang melintasi, setiap rel dipastikan membutuhkan bantalan. Indonesia yang telah mengenal jaringan kereta lebih dari 150 tahun, punya pengalaman panjang dalam penggunaan beragam jenis bantalan rel.

Baca juga: Gunakan Ballasted dan Non Ballasted Track, Panjang Rel MRT Jakarta Mencapai 36 Ribu Meter

Bila saat ini kebanyakan bantalan rel menggunakan material beton, maka di masa lalu, dan mungkin di sebagian kecil daerah masih ada lintasan rel yang mengadopsi bantalan kayu. Sejatinya bantalan rel merupakan landasan tempat rel bertumpu dan biasanya diikat oleh penambat rel. Bantalan ini juga harus mampu menahan beban kereta yang berjalan di atas rel agar kereta tidak terguling atau anjlok. Biasanya bantalan tersebut dipasang melingtang rel pada jarak antar bantalan yang satu dengan lainnya sepanjang 0,6 meter.

KabarPenumpang.com mengabarkan dari berbagai laman sumber, bantalan rel harus menggunakan bahan-bahan pilihan baik itu kayu, beton, atau bahan lainnya. Berikut ini ada empat bantalan rel yang bisa digunakan dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

1. Bantalan kayu
Menjadi bantalan pertama sekali yang digunakan dalam dunia kereta api. Di Indonesia bantalan rel zaman penjajahan juga menggunakan kayu. Biasanya kayu yang digunakan memiliki serat yang bagus dan harus lebih elastis seperti kayu jati. Bantalan kayu saat dilalui kereta lebih nyaman dan tidak menyebabkan getaran yang tinggi. Sayangnya bantalan yang terbuat dari kayu tidaklah tahan lama, karena sering keropos terlebih jika daerah tersebut memiliki kelembapan dan curah hujan tinggi. Selain itu, sulit untuk mencari bahan yang cocok karena harga mahal.

Bantalan Kayu

2. Bantalan beton
Dimasa orde baru bantalan kereta api banyak diganti menggunakan beton. Dipilihnya beton karena memiliki daya tahan yang lama terhadap perubahan cuaca maupun suhu dan mampu bertahan hingga 20 tahun serta lebih kuat menahan tekanan beban kereta. Bantalan beton biasanya terbuat dari beton tulangan prategang dan juga ditempatkan angker penambat. Sayangnya, harga beton cukup mahal dan memerlukan ketelitian yang cukup tinggi sehingga membutuhkan tenaga ahli untuk membuatnya. Bantalan beton juga lebih kaku dan membuat getaran kereta cukup terasa.

Bantalan Beton

3. Bantalan baja
Terbuat dari pelat baja dan biasanya dipasang pada lengkungan atau tidak dipasang di keseluruhan rel. Sebab harga bantalan baja paling mahal harganya dan di Indonesia sangat jarang menggunakan bantalan jenis ini. Bantalan ini sebenarnya lebih kuat menahan beban dan juga akan bertahan lebih lama jika digunakan. Selain harga yang mahal kekurangan bantalan baja pada rel adalah mudah anjlok terutama pada daerah berpasir karena memiliki beban yang lebih besar.

Bantalan Baja

4. Bantalan slab
Jika bantalan beton memiliki jarak antara yang satu dengan lainnya, beda dengan slab yang menjadi satu dengan badan jalan yang dicor. Memiliki perawatan yang mudah, bantalan ini digunakan untuk membangun lintasan kereta api cepat dan arus yang tinggi. Bantalan slab juga lebih nyaman dibandingkan dengan yang lain serta memiliki kualitas yang sangat tinggi. Sayangnya untuk membuat pengerjaan ini membutuhkan tenaga khusus dan dana yang sangat besar sebab memiliki ketelitian yang sangat tinggi dalam pembuatannya.

Baca juga: Di Sawahlunto, Ternyata Juga Ada Museum Kereta Api

Indonesia sendiri saat ini sebagian besar sudah menggunakan bantalan berbahan beton, tetapi beberapa rel masih juga ada yang menggunakan bantalan kayu. Sedangkan bantalan baja hanya ada sepersekian dari bantalan kayu dan beton.