Terjebak Kebakaran di Kendaraan, Jangan Panik, Ini Cara Gunakan APAR

Sumber: Wikihow

Dalam menghadapi situasi darurat seperti halnya kecelakaan, hal pertama yang harus dilakukan adalah tidak panik. Selama Anda tidak terluka terlalu parah, usahakan untuk tetap tenang agar dapat membuka pikiran dan mulai membantu orang lain. Selain tidak bisa berpikir secara logis untuk mencari solusi dari solusi darurat yang tengah Anda hadapi, panik juga dapat “menular” kepada orang lain, sehingga suasana semakin tidak kondusif.

Ambil contoh kebakaran yang menimpa salah satu moda transportasi kebanggaan warga Ibu Kota, TransJakarta pada 3  Juli 2015 silam di depan halte busway Salemba UI, Jakarta Pusat. Bus naas tersebut terbakar hingga meledak akibat adanya masalah pada bagian mesin. Ketika kabin penumpang mulai ditutupi asap, petugas lalu mengevakuasi para penumpang yang kebetulan hanya berkisar tujuh orang tersebut. Dengan cekatan, salah satu petugas TransJakarta mencoba menyemprotkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) ke titik api. Walaupun usaha yang ia lakukan tidak membuahkan hasil signifikan, namun langkah yang petugas itu lakukan merupakan tindakan heroik yang patut contoh oleh semua orang.

Perlu diketahui, APAR sendiri memiliki beragam jenis bahan baku, mulai dari air, busa, serbuk kimia, dan karbon dioksida. Untuk APAR berbahan dasar air dan busa dinilai cocok untuk memadamkan api yang dikarenakan oleh bahan-bahan padat non-logam seperti kertas, kain, karet, plastik dan lain sebagainya. Sedangkan untuk APAR berbahan dasar serbuk kimia dinilai cocok untuk memadamkan api yang diakibatkan oleh semua jenis pemicu kebarakan, dari mulai kertas hingga instalasi listrik yang bertegangan tinggi. Dan untuk APAR berbahan dasar karbon dioksida dianggap cocok untuk memadamkan api yang diakibatkan oleh bahan cair yang mudah terbakar seperti bensin dan instalasi listrik bertegangan tinggi.

Namun, bagaimana jika tidak bisa menggunakan alat tersebut? Bagaimana jika salah menggunakannya? Bagaimana jika alat tersebut tidak berfungsi? Tenang, berikut KabarPenumpang.com akan membongkar bagaimana cara menggunakan APAR yang baik dan benar. Satu kata kunci yang wajib Anda ingat jika hendak menggunakan APAR, yaitu TATA.

Tarik Pelatuk

Sumber: Wikihow


Sebelum menggunakannya untuk memadamkan api, pastikan Anda tidak lupa untuk menarik pelatuknya. Karena jika Anda tidak menarik pelatuknya, maka alat tersebut tidak akan berfungsi. Cukup tarik besi berbentuk lingkaran yang ada di bagian sisi atas alat ini. Mungkin Anda membutuhkan sedikit tenaga untuk menariknya, karena tidak semua pelatuk APAR mudah dilepaskan.

Arahkan Selang ke Pusat Api

Sumber: Wikihow


Setelah berhasil membuka pelatuk, maka mulailah untuk mengarahkan selang ke titik kebakaran. Ingat, jangan terlalu dekat dengan api karena suatu saat bisa saja api menyambar Anda. Cukup berdiri 2,4m dari titik api.

Tekan Pemicu

Sumber: Wikihow


Setelah selang diarahkan ke titik api, maka mulailah tekan APAR secara perlahan. Dikhawatirkan tekanan  yang berada di dalam APAR terlalu tinggi sehingga Anda tidak terlalu kaget.

Ayunkan Selang

Sumber: Wikihow


Setelah semua langkah di atas dilakukan, saatnya Anda menyemprotkan semua area kebakaran dengan APAR. Setelah api berhasil dipadamkan, letakkan APAR ditempat yang aman.

Kebanyakan orang kebingungan karena tidak mengerti cara menggunakan alat keselamatan yang ada di moda transportasi. Sebenarnya di alat-alat tersebut terpasang pemberitahuan atau instruksi untuk menggunakannya, namun kebanyakan petunjuk penggunaan tersebut sudah mulai pudar atau banyak orang yang tidak sadar bahwa tata cara penggunaan alat keselamatan tersebut pun telah tercantum.