Tanjung Perak Tepi Laut, Riwayat Pelabuhan Kedua Tersibuk di Indonesia

“Tanjung Perak tepi laut, siapa suka boleh ikut…..” lirik lagu yang populer dari daerah Jawa Timur ini kerap mengingatkan kita akan pelabuhan yang terletak di Surabaya. Tapi tahu kah Anda bahwa Tanjung Perak yang berada di Kelurahan Perak Timur, Kecamatan Pabean Cantikan adalah pelabuhan tersibuk kedua setelah Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, dan Tanjung Perak juga menjadi pusat perdagangan menuju Kawasan Indonesia Bagian Timur.

Pelabuhan ini, tak hanya pelabuhan untuk penyeberangan kapal besar untuk angkutan penumpang saja, tetapi di Tanjung perak juga terdapat terminal untuk peti kemas. Ini dikarenakan Tanjung Perak memiliki letak yang strategis dan didukung oleh dataran gigir atau hinterland yang potensial. Dengan letak strategis ini membuat Tanjung Perak juga menjadi pusat pelayaran interinsulair kawasan timur Indonesia.
Ombudsman-Keluhkan-Dwelling-Time-Tanjung-Perak-SurabayaPelabuhan ini juga memiliki dermaga untuk kapal pesiar baik dari dalam maupun luar negeri. Pelabuhan penumpang ini menghubungkan Surabaya dengan kota-kota yang memiliki pelabuhan lainnya di Indonesia. Di Tanjung Perak, sama dengan pelabuhan lain yang memiliki terminal di dalamnya yang bernama Gapura Surya Nusantara.

Terminal ini menjadi terminal penumpang termewah di Indonesia. Tak heran adanya GSN menjadi terminal termewah, karena Pelabuhan Tanjung Perang memiliki dermaga untuk kapal pesiar. Fasilitas di dalam terminal ini seperti memasuki bandara internasional yang dilengkapi dengan fasilitas dua buah garbarata untuk kapal yang. Ini membuat Tanjung Perak menjadi pelabuhan pertama di Indonesia yang menyediakan fasilitas ini.

Kapal ferry yang berangkat dari Tanjung Perak memiliki dua rute yakni Surabaya-Banjarmasin dan Surabaya makasar. Tak hanya itu kapal penumpang yang berangkat dari Tajung Perak memiliki rute hingga ke Papua di ujung Timur Indonesia dan Tanjung Priok di ujung Barat Indonesia. Namun, dari Tanjung Perak tidak melayani rute kapal penumpang menuju pulau Sumatera karena rata-rata berangkat dari Tanjung Priok.
3933_2984_7-Juli-oke-Garbarata-Perak-Dulunya, sebelum menjadi pelabuhan Tanjung Perak, kapal-kapal bongkar muat barang di Selat Madura dibawa ke Jembatan Merah yang menjadi pelabuhan pertama. Pelabuhan yang berada dijantung kota Surabaya ini melintasi sungai Kalimas. Semakin lama, semakin berkembangnya lalulintas perdagangan dan meningkatnya arus barang dan transportasi membuat Jembatan Merah tak mampu lagi menampung. Hingga akhirnya tahun 1875 Ir. W. de Jonght merencanakan pembangunan Pelabuhan Tanjung Perak untuk pelayanan lebih baik. Namun, pembangunan ini ditolak karena biaya yang dikeluarkan sangat besar.

Kemudian pada 1910 pembangunan Pelabuhan Tanjung Perak akhirnya dimulai dan banyak permintaan untuk menggunakan kade/tambatan untuk kapal-kapal tersebut. semenjak adanya pelabuhan Tanjung Perak, perlahan-lahan pelabuhan di Jembatan Merah mulai di tinggalkan. Tak hanya menjadi pelabuhan baru, Tanjung Perak setelah resmi digunakan menjadi pemberi kontribusi yang cukup besar untuk perkembangan ekonomi dan memiliki peranan penting.

Kemudian, tahun 1983, terminal Mirah selesai dibangun, terminal ini untuk penghubung antar pulau sama dengan terminal Jamrud disebelahnya. Kemudian dibanguan terminal untuk kapal ferry dengan layanan penumpang 24 jam penuh dari Surabaya-Madura, sekarang terminal ini dikenal dengan nama Pelabuhan Ujung. Kemudian dibangun terminal peti kemas bertaraf internasional dan selesai tahun 1992 dan dikenal dengan nama Terminal Peti Kemas Surabaya.