Sydney Hadirkan Kereta Double Deck Terbaru dari Korea Selatan, Mengular di 2020

(The Northern Daily Leader)

Kereta dengan model kabin bertingkat atau double deck sudah dikenal di Sydney, Australia. Bahkan kereta double deck dengan warna kuning ini sangat akrab sebagai wahana komuter warga di kota terbesar di Negeri Benua tersebut. Dan kini ada kabar pemerintah negara bagian New South Wales (NSW) berencana untuk merilis double deck terbaru dengan melintas wilayah Newcastle, Blue Montains dan South Coast.

Baca juga: Wujudkan Mimpi, Pemilik Resor di Australia Hadirkan Kereta Bertenaga Sel Surya

Kereta tersebut dibuat selama sembilan bulan terakhir oleh para arsitek untuk menyempurnakan aspek interior kereta seperti penyimpanan bagasi, rak sepeda bahkan warna kursi. KabarPenumpang.com melansir dari smh.com.au (27/6/2018), nantinya kereta tersebut akan dipesan sebanyak 512 gerbong dan akan menggantikan kereta V-set yang sudah ada selama empat dekade.

Tahun depan, kereta baru ini akan meluncur di rel dari Central Coast dan Newcastle. Tahun 2020 kereta api yang dibuat di Korea Selatan ini akan mulai berjalan di Blue Montains ke Mount Victoria kemudian menuju Lithgow sekitar empat bulan kemudian serta di jalur South Coast ke Wollongong dan Kiama.

Dalam kereta dua dek ini, terdapat toilet yang bisa diakses oleh penyandang disabilitas yang menggunakan kursi roda, tangga yang cukup untuk digunakan penumpang nantinya untuk ke dek atas. Kursi yang melengkapi kereta ini pun terpasang dalam formasi dua-dua dan bukan model kursi yang bisa di balik.

Menteri Perhubungan Australia Andrew Constance mengatakaan, kereta ini akan menjadi pengalaman yang benar-benar baru untuk pelanggan. Dimana kereta ini lebih nyaman dan menyenangkan dari yang lalu.

“Ini bukan seolah-olah ini adalah kereta yang dirancang untuk perjalanan penumpang 10 hingga 12 jam,” ujar Constance.

Kepala Transportasi NSW bagian pengiriman armada, Becky Wod mengatakan, dirinya berharap penumpang akan melihat ruangan yang lebih besar dan lingkungan yang ramah.

“Kami mendapat banyak umpan balik dari para pelanggan kami bahwa salah satu hal yang perlu kami fokuskan adalah perasaan aman, serta merasa nyaman. Kami benar-benar memikirkan teknologi dan membuatnya dapat diakses,” ujar Wood.

Di bagian luar kereta, layar digital akan memberi tahu orang-orang tentang aspek-aspek seperti lokasi gerbong yang tenang dan penuh. Pembaruan dua tahun ke jalur Blue Mountains antara Springwood dan Lithgow akan dimulai akhir tahun ini untuk membuatnya mampu membawa kereta baru. Constance mengatakan, dia akan mengungkapkan biaya pembaruan ketika kontrak akhir ditandatangani.

Baca juga: AutoHaul, Kereta Diesel Otonom di Australia Barat

“Kami memiliki kemampuan untuk melakukan ini untuk pertama kalinya dalam 150 tahun dan kami akan melakukannya. Saya tidak mengerti mengapa orang-orang Lithgow harus ditolak akses ke kereta kelas dunia modern,” katanya.

Pemerintah telah menetapkan biaya keseluruhan dari kereta api baru, peningkatan ke jalur Blue Mountains dan fasilitas pemeliharaan baru di Kangy Angy sebesar AUS$2,8 miliar atau setara dengan Rp29,6 triliun.