Strategi Marketing, Beberapa Maskapai Ini Harumkan Kabin Dengan Aromaterapi

Sumber: hdfootagestock.com

Walaupun tergolong sebagai salah satu sarana transportasi yang dipandang bergengsi oleh sebagian kalangan, namun tidak menutup kemungkinan kabin penumpang di pesawat dipenuhi oleh bebauan yang tidak akrab dengan hidung Anda. Mengingat ruang kabin tersebut yang bersifat kedap udara, maka tidak heran jika di kebanyakan maskapai memberlakukan pelarangan membawa benda-benda berbau tajam.

Baca Juga: Akibat Bau Kentut, Pesawat Transavia Lakukan Pendaratan Darurat di Wina

Berbeda dengan moda transportasi lain seperti kereta api dan bus yang notabene tidak kedap udara, peraturan yang terkait dengan bebauan di dunia penerbangan ini bisa dibilang sangat ketat. Terlebih dengan kejadian pendaratan darurat yang dilakukan oleh maskapai Transavia Airlines pada awal bulan Februari kemarin. Pendaratan ini dilatarbelakangi oleh penumpang yang buang angin dan mengganggu kenyamanan penumpang lain yang berada di dalam penerbangan tersebut.

Nah, bicara seputar indera penciuman, ada beberapa maskapai global yang memanfaatkan wewangian aromaterapi, demi untuk meningkatkan pelayanan kepada para penumpangnya. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman thenewdaily.com.au (8/9/2017), Delta Airlines memperkenalkan sebuah sabun aromaterapi yang diberi nama “Calm”, dimana wangi yang dihasilkan dari sabun ini merupakan kombinasi dari aroma lavender dan chamomile. Dijamin, Anda akan merasakan sensasi relaksasi ketika menghirup wangi yang dihasilkan.

Berbeda dengan maskapai kontoversional asal Negeri Paman Sam, United Airlines. Flag Carrier Amerika ini menggunakan wewangian yang mengkombinasikan aroma kulit jeruk, bergamot, teh hitam, cendana, dan beberapa bahan lain yang akan memenuhi kabin penumpang dengan aroma yang menenangkan jiwa.

Lain halnya dengan Turkish Airlines yang menggunakan wewangian bernama TK 1933. Wangi yang dihasilkan dari Flag Carrier Turki ini dipercaya akan memancarkan nuansa tenang, damai, dan kesenangan ketika menghirupnya.

Seorang dosen senior dan peneliti dari Deakin Business School, Dr. Paul Harrison menyebutkan bahwa penggunaan wewangian ini merupakan salah satu strategi marketing yang dilakukan oleh pihak maskapai untuk meraup penumpang lebih banyak. “Semuanya merupakan langkah strategis yang dilakukan oleh direktur pemasaran,” tutur Dr. Paul.

Baca Juga: KunKun – Alat Pendeteksi Bau Badan, Seperti Apa Cara Kerjanya?

Untuk membuktikan hipotesa tersebut, Dr. Paul mengadakan sebuah studi dan hasilnya menunjukkan hipotesa Dr. Paul tentang strategi marketing tersebut terbukti. “Kami melakukan beberapa percobaan, dan kami menemukan bahwa hal itu mengubah perilaku dan sikap konsumen,” paparnya. “Hubungan yang kuat antara apa yang mereka (penumpang) rasakan dan perspektif emosional mereka.” Tutupnya.