Soal Taksi Udara, Inilah Serangkaian ‘PR’ yang Kudu Diselesaikan Volocopter

Putra Mahkota Dubai Tengah Mengecek Volocopter 2X.Sumber: newatlas.com

Lupakan mobil otonom dan mulai taruh perhatian Anda pada taksi udara! Ya, alih-alih membuat ruwet kondisi jalanan dengan manghadirkan moda otonom yang belum tentu dapat mengentaskan kemacetan, belakangan ini banyak perusahaan yang menghadirkan solusi terbaru di dunia transportasi, taksi udara!

Baca Juga: Terima Kucuran Dana Segar, Volocopter Fokus Kembangkan VTOL Andalannya

Sebuah perusahaan startup asal Jerman yang didukung oleh Intel Corp dan Damiler AG, Volocopter GmbH diketahui telah merancang sebuah helikopter bertenaga listrik yang akan menerbangkan para penumpang melintasi kepadatan jalanan perkotaan. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman Bloomberg.com (7/6/2018), helikopter yang dirancang minim polusi suara ini diharapkan dapat mulai beroperasi secara komersial pada tiga hingga lima tahun ke depan.

Beragam uji coba pun telah dilakukan, diantaranya yang paling menyita perhatian publik adalah uji coba di Las Vegas dan di Dubai. Kini, diketahui Volocopter GmbH tengah mengupayakan dana sekitar US$100 juta atau yang setara dengan Rp1,4 triliun untuk mempersiapkan pengembangan taksi terbang, sesegera mungkin. “Kami ingin jadi layanan taksi udara komersial pertama di dunia,” ungkap CEO Volocopter GmbH, Florian Reuter.

Berburu dengan waktu tidak hanya di sektor keuangan. Volocopter GmbH pun perlu meningkatkan kecepatan di segala lini, mengingat banyaknya kompetitor yang tidak bisa dipandang remeh. Sebut saja salah satu perusahaan aviasi terkemuka di dunia, Boeing yang turut memanaskan persaingan taksi udara nirawak semacam ini.

Selain itu, rentetan inovasi menarik pun perlu terus dikembangkan agar dapat meyakinkan investor untuk menyisihkan uangnya, dan regulator untuk mempercepat perizinan dari sarana transportasi masa depan ini.

Baca Juga: Didukung Intel Capital, Joby Aviation Siap Ramaikan Industri Taksi Udara

Dalam hal pendanaan, induk perusahaan Mercedes Daimler telah mengucurkan dana segar senilai US$29 juta atau yang setara dengan Rp404 miliar guna melancarkan proyek taksi udara Volocopter GmbH pada bulan Agustus 2017 silam, dan nilai tersebut sangatlah berarti bagi perusahaan mengingat sejumlah capaian yang harus mereka kebut tersebut.

Seperti yang diketahui bersama, moda Volocopter sendiri menggunakan 18 rotor yang memiliki tingkat kebisingan minim, sehingga tidak mengganggu penumpang. Dengan menggunakan formasi 4 penumpang dalam sekali perjalanan. Baru-baru ini, perusahaan tersebut tengah mengembangkan ruang tambahan untuk mengangkut paket atau kargo penumpang.