Singapura Uji Coba Sistem Blind Spot Pada 20 Bus

Sistem sensor di bus Singapura (stasitstimes.com)

Pada 16 April 2018 kemarin, Singapura memiliki sistem blind spot yang dipasang pada dua puluh bus umumnya. Sistem blind spot ini akan diuji selama enam bulan dan dibawah Land Transport Authority (LTA) atau Otoritas Transportasi darat Singapura.

Baca juga: Pelatihan Terhadap Pengemudi Bus Akan Meminimalisir Tingkat Kecelakaan

Sistem peringatan ini merupakan hasil buatan Singapore Technologies (ST) Kinetics. KabarPenumpang.com melansir dari laman channelnewsasia.com (16/4/2018), sistem peringatan tersebut membantu untuk memperingatkan pengemudi bus kendaraan umum, pengendara sepeda dan pejalan kaki saat mendekati blind spot saat mereka berada di jalan.

Dua puluh bus ini merupakan milik empat operator bus umum di Singapura yakni Go-Ahead Singapura, SBS Transit, SMRT Corporation, dan Tower Transit Singapore. Sepuluh bus yang digunakan diantaranya tidak bertingkat dan sepuluh lainnya bertingkat.

Sistem ini disebut dengan Integrated Smart Advanced Warning Unit (I-SAW-U) yang terdiri dari empat kamera dan enam sensor yang dipasang pada bagian depan, belakang dan atas bus. Ketika sensor mendeteksi kendaraan, pengendara sepeda dan pejalan kaki yang mendekati bus, layar di ruang pengemudi akan membunyikan alarm dan menampilkan sinyal visual.

Dalam sistem tersebut, ada dua level peringatan yakni akan berwarna kuning dan merah. Ketika peringatan berwarna kuning berarti rintangan atau hambatan berjarak satu meter dari bus dan akan berwarna merah bila hambatan berjarak 500-800 meter dari bus.

Insinyur utama ST Kinetics, Lewis Tan mengatakan, bahwa sistem ini memungkinkan pengemudi untuk memperlambat kendaraan dan berhenti tepat waktu untuk mencegah tabrakan.

“Kami ingin memberi mereka kesadaran situasional yang lebih baik di sekitar kendaraan. Dengan itu, kami akan membantu untuk meningkatkan keselamatan pengemudi dan penumpang,” kata Tan.

Tan mengatakan, adanya sistem ini tidak dimaksudkan untuk menambah beban tugas pengemudi. Sebab dengan sistem ini akan melalui peringatan radio dan memungkinkan pengemudi mencegah terjadinya kecelakaan pada hambatan yang ditemuinya.

“Pengemudi bisa melakukan pemeriksaan cepat pada layar dan ini membantunya menemukan hambatan yang mengamcam tersebut,” jelas Tan.

Dia menambahkan, bahwa setidaknya 40 pengemudi dari empat operator bus tersebut telah dilatih untuk menggunakan sistem tersebut. Salah seorang pengemudi Go Ahead Singapore, Azman Tumin mengatakan, saat ini dirinya butuh untuk mempelajari cara menggunakan sistem tersbut dan dia tahu bahwa hal tersebut tidak sulit untuk menerapkannya.

Tumin sendiri diketahui telah dua kali menggunakan sistem tersebut dalam dua kesempatan saat dirinya mengemudi.

“Sangat mudah untuk menggunakan peralatan dan itu akan membantu kami memastikan keamanan mengemudi kami. Ini mengingatkan kita tentang beberapa rintangan berbahaya yang dapat kita hadapi,” kata Tumin.

Baca juga: Agar Tak Bikin Kecewa Penumpang, Bus Tingkat di London Hadirkan Monitor Sisa Kursi di Dek Atas

Tan menambahkan, bahwa hingga kini timnya masih bekerja untuk meningkatkan sistem peringatan I-SAW-U. Dia mengatakan dalam fase proyek sistem tersebut pihaknya masih mengumpulkan umpan balik dan data untuk meingkatkan sistem. Sehingga pihaknya masih terus memperbaiki sistem tersebut.

Uji coba konsep dari sistem ini sendiri didanai oleh LTA dan ST Kinetics. LTA mengatakan akan meninjau hasil uji coba sebelum melanjutkan ke hal berikutnya. Pihak berwenang menambahkan, mereka akan meningkatkan teknologi untuk keselamatan pengemudi dan penumpang.