Thursday, April 3, 2025
HomeDaratSingapura Bangun Jalur dan Stasiun MRT Baru, Harga Properti Siap Melonjak

Singapura Bangun Jalur dan Stasiun MRT Baru, Harga Properti Siap Melonjak

Dekatnya jarak sebuah properti atau tempat tinggal dengan pra sarana transportasi kerap melambungkan harga properti tersebut. Tak hanya di Indonesia, di Singapura pun keberadaan stasiun Mass Rapid Transit atau MRT, akan mempengaruhi harga properti, pasalnya sebuah perumahan atau apartmenen yang memiliki lokasi dengan simpul transportasi utama adalah penentu nilai dari properti hunian.

Harganya pun akan berbeda jauh dengan yang lebih dekat ke pusat kota, tempat rekreasi ataupun institusi pendidikan. KabarPenumpang.com melansir dari asiaone.com, nilai relatif suatu lokasi hunian bervariasi dari waktu ke waktu karena adanya pengenalan infrastruktur transportasi baru di lingkungan tersebut untuk meningkatkan akses ke pusat kegiatan.

Baca juga: Singapura Punya Depo MRT Bawah Tanah Pertama di Dunia, Jakarta Punya Depo MRT Pertama di Indonesia

Biasanya, kenaikan harga hunian lebih sering terjadi di Singapura, dimana Land Transport Authority telah membuat rencana untuk menggandakan jaringan keretanya dari 178 km menjadi sekitar 360 km di tahun 2030 mendatang. Nantinya penambahan jalur terjadi di jalur Thomson, jalur Wilayah Timur, perpanjangan ruas West dari Timur ke Barat dan perpanjangan ke jalur Utara menuju Selatan.

Berdasarkan studi properti di National University of Singapura menemukan bahwa pembukaan sebuah jalur rel perkotaan baru akan meningkatkan nilai rumah pribadi yang berjarak 600 meter dari stasiun MRT sebesar 6,3 persen. Sedangkan untuk properti yang memiliki jarak lebih dekat dengan stasiun pertukaran memiliki nilai tambahan empat persen kenaikan harga properti.

Adanya penelitian ini juga menunjukkan bahwa lokasi stasiun baru memiliki dampak yang tidak signifikan terhadap nilai properti yang dekat dengan stasiun tersebut. Hasil ini di dapat karena pembeli tidak terlalu tertarik untuk pindah karena saat masa pembangunan dari MRT yang diusulkan tersebut akan merasakan kebisingan, polusi dan hal lainnya yang tidak menyenangkan.

Tetapi tidak menutup kemungkinan saat pasar properti sedang lemah tiba-tiba bisa menjadi bervariasi setelah stasiun MRT selesai dibangun. Selain itu ada penelitian lainnya yang mengatakan akan ada perkembangan potensial setelah penyelesaiannya.

Baca juga: Sejarah MRT Singapura, Dibangun di Atas Keterbatasan Lahan

Di Downtown Line Stage 3, sebagian besar stasiun akan dikelilingi oleh perkebunan, pengembangan bisnis komersial ataupun industri kecuali stasiun Upper Changi dan Resevoir Bedok. Sebab stasiun Upper Changi akan diusulkan dekat dengan Singapore University of Technology dan juga One World International School serta perumahan pribadi.

Saat ini diketahui, masyarakat bagian ini menuju ke stasiun MRT dengan berjalan kaki minimal 11 menit, tetapi bila stasiun baru sudah selesai bisa menjadi enam menit. Sedangkan di jalur MRT Thomson – East Coat akan dibuka lima tahap mulai tahun 2019 sampai 2024.

Ini untuk mengantisipasi pertambahan nilai properti hunian yang berada dekat pemberhentian MRT baru. Jalur MRT Thomson ini diharapkan bisa memudahkan penduduk yang berada di daerah Yio Chu Kang, Ang Mo Kio dan Bishan yang biasanya lebih banyak menggunakan bus umum atau mobil pribadi sebagai transportasi utama mereka.

Harga rumah di dekat jalur Thomson ini S$2,2 juta dan S$3,5 juta pada tahun 2016 tergantung pada luas rumah, harga ini cukup stabil sejak tahun 2013. Sedangkan di River Valley yang sudah menjadi tempat populer bagi para ekspatriat karena kehidupan malam yang semarak, bistro trendi dan dekat dengan area perbelanjaan terutama Orchard Road, diharapkan akan ada permintaan lebih banyak dengan perkembangan stasiun yang hadir di Great World City.

Jalur dari Tanjong Rhu ke Siglap merupakan jalur yang diminati karena kedekatannya dengan Eas Coast Park dan perjalanan yang lebih singkat ke CBD. Kawasan ini juga menjadi tempat persinggahan untuk pengunjung bandara Changi.

Namun, sebagian besar penduduk di daerah tersebut mengandalkan transportasi pribadi atau bus umum karena tidak adanya stasiun MRT di dekatnya. Dengan garis Thomson-East Coast yang akan datang, aksesibilitas akan meningkat dan kami mengantisipasi bahwa daya tariknya bagi ekspatriat dan masyarakat internasional akan meningkat.

Apartemen freehold yang lebih kecil cenderung melihat lebih banyak penjualan dan akan mendapatkan keuntungan paling banyak dari stasiun MRT yang baru. Dari sisi harga, selisih antara apartemen freehold dan leasehold dengan luas kurang dari 50 meter persegi sekitar lima persen. Selain itu, pembeli lebih cenderung membeli unit seperti itu mengingat kuantum yang lebih rendah.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru