Setelah Didera Kekeringan, Warga Cape Town Kini Hadapi Masalah Pada Layanan Kereta Komuter

Stasiun Metrorail di Cape Town

Setelah dilanda kekeringan air akibat efek panas El Nino, warga kota kota Cape Town di Afrika Selatan kini bertambah lagi masalahnya. Persisnya puluhan ribu penumpang Metrorail yang menggunakan Jalur Tengah Cape Town, masih bertanya-tanya kapan layanan kereta api tersebut akan kembali beroperasi sejak ditangguhkan pada 8 Januari 2018 kemarin. Sedangkan penumpang di Jalur Utara justru dihadapkan dengan toilet kotor minggu ini.

Baca juga: PT INKA Raih Pesanan Kereta Rel Diesel Untuk Jaringan Metro Manila

KabarPenumpang.com melansir dari laman news24.com (8/2/2018), adanya penangguhan layanan jalur kereta tersebut karena anggota United National Transport Union (UNTU) yang menolak bekerja setelah seorang satpam terbunuh. Sonja Carstens selaku humas di UNTU pada 30 Januari 2018 lalu, mengatakan bahwa serikat pekerja sudah siap melanjutkan pekerjaan mereka setelah adanaya kesepakatan dengan Passenger Rail Agency of South Africa (Prasa) mengenai keamanan bagi pekerja.

Penumpang jalur tengah Metrorail Cape Town orasi (news24.com)

Namun, layanan ini kembali ditangguhkan setelah adanya vandalisme di telepon. Bila terhitung, saat ini sudah minggu kelima atau sebulan setelah ditangguhkan tidak ada layanan kereta api berjalan dari jalur tengah tersebut.

Menanggapi hal tersebut, juru bicara Metrorail, Riana Scott mengatakan, sebelum kejadian ini, jika mempertimbangkan penjualan tiket harian dan pengembalian, tiket mingguan serta tiket bulanan bisa sebanyak 48 ribu tiket yang terjual di jalur tengah tersebut pada hari kerja. Tetapi dirinya tidak bisa mengatakan kapan jalur Metrorail tersebut bisa beroperasi kembali seperti semula.

Dia mengatakan, saat ini rencana pemulihan layanan multi-faceted dibutuhkan terlebih dahulu. Pemulihan ini meliputi perbaikan teknis, pemeliharaan, keamanan dan pengaturan penjadwalan operasi kereta api.

“Beberapa intervensi sudah dalam proses pengadaan rantai pasokan yang harus mengikuti jalannya sesuai dengan prinsip pengadaan entitas BUMN, peraturan Departemen Keuangan dan kebijakan rantai pasokan Prasa. Perbaikan sedang berlangsung untuk daya traksi di atas, penggantian komponen kereta api seperti klip rel, mesin titik dan kotak lacak. Teknisi juga melanjutkan dengan target pengerasan aset kritis, membungkusnya di dengan lapisan baja untuk perlindungan,” ujar Scott.

Karena masalah ini, beberapa pengguna kereta jalur tengah kini berpindah ke jalur lain ataupun menggunakan angkutan umum lainnya. Tak hanya itu, pada Selasa (6/2/2018) pagi, penumpang jalur utara yang akan naik metro plus atau bisa dikatakan gerbong yang lebih baik dari biasanya dikagetkan dengan toilet kotor.

Toilet kotor dan bau di Metrorail jalur utara (news24.com)

Tarif tiket metro plus bulanan dari Bellville ke Wynberg mengabiskan biaya R340, sementara biaya tiket metro biasa R175 per bulan. Tak hanya itu, semua penumpang yang memasuki kereta di stasiun Parow menemukan semua penumpang terjepit di pintu dan tidak ada yang berdiri di belakang. Terlihat pintu toilet terbuka dan rusak serta lalat berada di sekitar toilet kotor dan berbau busuk itu.

Baca juga: Dampak Proyek Terowongan Metro, Ribuan Tikus Banjiri Jalanan di Melbourne

“Apakah ini sebabnya saya membayar banyak uang untuk membeli tiket plus metro?” tanya salah seorang penumpang.

Scott mendapatkan foto toilet kotor dan menjawab, “Saya sudah meminta tim pemeliharaan depot untuk diperiksa. Akan meminta tim perawatan semalam di depot untuk menilai dan mengganti gerbong atau mengunci pintu.”