Sering Naik Kereta? Kini Saatnya Anda Mengenal Jenis dan Karakter Peron di Stasiun

Sumber: beritatrans.com

“Apapun keretanya, turunnya ya di peron,” kalimat diatas menggambarkan betapa kuat arti peron dalam sistem perkeretaapian, khususnya yang ada di stasiun. Jika merujuk ke Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), peron memiliki arti tempat penumpang menunggu atau tempat turun naik kereta. Nah, jika Anda sedang berada di sebuah stasiun untuk menunggu kereta, coba perhatikan sekeliling Anda, bentuk peron di setiap stasiun ada yang sama dan banyak pula berbeda. Antara stasiun kecil dan stasiun besar mempunyai ciri peron tersendiri. Berikut, KabarPenumpang.com jabarkan empat jenis peron versi laman railsystem.net.

Baca Juga: Hindari Berebut Masuk KRL, PT KCJ Buat Garis Batas Antrean di Stasiun

Island Platform

Sumber: railsystem.net

Peron jenis ini ditempatkan di antara dua jalur kereta api, pemberhentian trem, atau persimpangan transitway. Dengan kata lain, peron ini mampu melayani dua jalur sekaligus. Island Platform juga dinilai berguna jika dipasang di stasiun-stasiun besar, karena dapat memudahkan operator kereta untuk memecah layanan kereta lokal dan ekspress dengan arah perjalanan yang sama.

Peron jenis ini sangat populer di dunia perkeretaapian modern karena beberapa keuntungannya, salah satunya adalah memungkinkan pemasangan fasilitas penunjang seperti eskalator, lift, toilet, dan ruang tunggu yang dapat digunakan oleh penumpang dari kedua jalur tersebut. Penggunaan peron jenis ini juga meminimalisir timpangnya kepadatan penumpang di sebuah stasiun yang mengadopsi dua peron bersebrangan. Pada umumnya, layanan kereta menuju daerah perkotaan selalu ramai di pagi hari, begitupun sebaliknya.

Biaya perawatan dari peron jenis ini juga dinilai lebih ekonomis karena cukup mengeluarkan biaya perawatan satu peron untuk dua jalur sekaligus, tidak seperti peron-peron lainnya. Anda dapat melihat peron jenis ini di stasiun-stasiun besar di Ibu kota, seperti Gambir, Manggarai, dan Jatinegara.

Side Platform

Sumber: railsystem.net

Ini merupakan tipe platform yang biasanya ditemui di stasiun-stasiun kecil dengan dua lintasan, seperti stasiun Gondangdia, Tebet, dan Buaran. Sepasang peron di pasang di sisi stasiun dengan rel yang membelah keduanya. Peron tipe inilah yang selalu ramai di satu sisi ketika pagi, dan sisi lainnya di malam hari. Jika dilihati dari pengaplikasiannya di Ibu Kota, untuk menyebrang ke sisi lain peron, Anda harus melewati sebuah jembatan atau underpass, karena sangat berbahaya jika penumpang melintas dua jalur sekaligus.

Split Platform

Sumber: railsystem.net

Peron jenis ini lebih dikenal dengan peron bertingkat, dimana antara satu peron dengan peron lainnya berada di satu garis vertikal sejajar. Biasanya, konfigurasi split platform digunakan di stasiun yang tidak terlalu luas secara horizontal, maka dari itu para otoritas lebih memilih untuk membangunnya secara vertikal, baik ke atas maupun ke bawah. Hanya ada satu stasiun di Indonesia yang menggunakan peron bertingkat, yaitu Stasiun Kampung Bandan, Jakarta.

Stasiun Kampung Bandan. Sumber: youtube.com

Baca Juga: Terowongan Stasiun Manggarai, Optimalkan Keselamatan Calon Penumpang

Flow-Through Platform

Sumber: railsystem.net

Penggunaan peron ini memungkinkan penumpang yang hendak naik kereta menggunakan peron khusus dan penumpang yang hendak turun kereta menggunakan peron di sisi lain. Bisa dibilang, ini merupakan gabungan dari island platform dan side platform, dimana penumpang naik dari island platform dan turun menggunakan side platform. Keuntungan dari penggunaan peron ini adalah meminimalisir senggolan yang mungkin terjadi antara penumpang yang hendak naik dan turun kereta. Walaupun peron jenis ini jarang digunakan karena pertimbangan biaya operasional yang tinggi, namun peron ini terbukti dapat mengurai kepadatan yang terjadi di stasiun.