Sambut Angkutan Lebaran, Damri Nyatakan “Well Prepared”

Dalam beberapa hari kedepan, musim angkutan Lebaran 2017 akan mulai berjalan di semua moda transportasi. Terkhusus bagi Perum Damri yang melayani pemudik dalam wahana bus, pun telah mempersiapkan secara matang untuk mengantisipasi trafik angkutan Lebaran. BUMN transportasi yang kini memiliki 62 cabang di berbagai kota ini tak hanya berkomitmen untuk meningkatkan fasilitas dan kenyamanan, tapi yang lebih penting Damri telah meningkatkan manajemen keselamatan berkendara.

Baca juga: Maksimalkan Keselamatan Angkutan Lebaran, Armada Big Bird Dibekali Fasilitas Standar Internasional

Poin keselatan berkendara menjadi elemen penting yang disampaikan Gede Pasek Suardika, Direktur Keselamatan dan Pelayanan Perum Damri dalam perbincangan bersama tim KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) di Pool Damri Kemayoran, Kamis (8/6/2017). Dalam program sosialisasi keselamatan angkutan lebaran, tim KNKT yang dipimpin Haryo Satmiko selaku Wakil Ketua KNKT, memberi paparan tujuh (7) poin keselamatan yang harus dilakukan penyedia angkutan bus.

Berikut tujuh poin keselamatan yang disosialisasikan KNKT, dan tanggapan langsung yang disampaikan Gede Pasek Suardika yang menyebut Damri dalam kondisi well prepared untuk mendukung angkutan Lebaran tahun ini.

1. Beristirahat setiap 4 jam di perjalanan.
“Dalam hal ini Damri jauh-jauh hari sudah menerapkannya, bahkan untuk menjamin agar dapat tercapai, kami sudah merancang pos pantau (pos pengecekan) yang disesuaikan dengan rasio durasi dan jarak tempuh bus-bus tersebut.”

2. Beristirahat di tempat tujuan selama 8 jam dengan kualitas baik.
“Ini telah menjadi perhatian kami bersama, bahwa sopir membutuhkan waktu yang cukup. Bahkan telah ada kebijakan untuk rute diatas 500 km, maka wajib disertakan sopir cadangan. Dengan begitu beban pada salah satu sopir tidak terjadi.”

3. Kondisi sehat selama berkendara.
“Secara rutin (bukan Lebaran) ada pengecekan kesehatan secara berkala pada sopir. Seperti untuk angkutan Lebaran ini, setiap sopir yang akan mengemudi harus di cek kesehatannya. Bekerjasama dengan Jasa Raharja, nantinya akan ada dua dokter yang standby di pool selama 24 jam.”

4. Menggunakan sabuk pengaman (seatbelt) dan tidak menggunaka ponsel selama mengemudi.
“Menggunakan sabuk pengaman dan tidak mengguakan ponsel selama mengemudi adalah ketentuan yang tegas di Damri, apalagi di setiap bus kini sudah dilengkapi CCTV untuk pengawasan, siapa pun sopir yang melanggar akan diberikan sanksi keras. Namun untuk seatbelt di kursi penumpang, harus diakui Damri masih menjadi tantangan, mengingat sebagian besar bus belum ada seatbelt untuk penumpang.”

Baca juga: Hilang dari Damri, Tata Hadir di Kopaja

5. Doa bersama sebelum keberangkatan
“Selain doa yang sudah menjadi kewajiban bagi umat beragama, sebelum keberangkatan kami juga mengharuskan awak bus untuk melakukan greetings kepada penumpang.”

6. Sistem rem kendaraan berfungsi baik dan ganti selang fleksibel rem setiap 5 tahun.
“Saran dari KNKT ini kami jadikan sebagai perintah untuk dilaksanakan Damri, bahkan selang fleksibel akan diupayakan untuk diganti setiap 2 tahun.”

7. Fasilitas tanggap darurat berfungsi baik
“Untuk yang satu ini jadi perhatian penting, saat ini semua bus Damri sudah menggunakan kaca jenis safety glass. Kemudian palu pemecah kaca dipastikan sudah tersedia di setiap bus. Tinggal kedepan yang perlu dilakukan adalah sosialisasi kepada para penumpang, seperti cara menggunakan palu pemecah kaca yang benar saat kondisi darurat.”