PT Angkasa Pura I Lakukan Simulasi Kecelakaan di Bandara Sultan Hasanuddin

www.ap1.co.id

PT Angkasa Pura I (Persero) melakukan pelatihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) Dirgantara Raharja (Dhirja) ke 90 di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Latihan ini melibatkan sekitar 1000 personel yang terdiri dari Airport Emergency Committee dan Airport Security Committee dari AP I, TNI AU Lanud Sultan Hasanuddin, Perum LPPNPI, Polri, Basarnas, Kesehatan, Imigrasi dan Bea Cukai Makassar serta beberapa rumah sakit sekitar bandara Sultan Hasanuddin.

Dalam PKD Dhirja ke 90 ini, hal yang dilatih yakni full scale exercise atau latihan yang berkaitan dengan kecelakaan pesawat terbang, aviation security exercise atau latihan penanganan bom dan ancaman keselamatan penerbangan dan fire building exercise atau latihan penanganan kebakaran gedung. Dari ketiga latihan ini, waktu respon unit Airport Rescue anda Fire Fighting (ARFF) tidak boleh lebih dari 3 menit, ini tercantum dalam peraturan internasional dan nasional tentang Airport Emergency Plan (AEP). Selain ketiga latihan tersebut, ada juga pelatihan penanganan pasca kejadian yang terdiri dari penanganan keluar korban melalui simulasi Greeters Meeters dan penanganan terhadap media melalui Media Handling.

Pada latihan ini menggunakan pesawat Losari Air dengan nomor penerbangan MKS090 dari Haneda menuju Makassar yang jatuh dan terbakar sebelum memasuki runway 21 bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Pesawat jenis Airbus 330-200 tersebut kehilangan kendali dan jatuh di areal luar pagar bandara, tepatnya di gridmap C6. Melihat kejadian tersebut petugas Air Traffic Control (ATC) segera menyalakan crash bell dan menginformasikan petugas watchroom.

Kemudian General Manager bandara Sultan Hasanuddin segera mengaktifkan Emergency Operation Center (EOC) dan petugas ARFF langsung menuju lokasi kecelakaan, memadamkan api dan mengevakuasi korban.

“Dalam bisnis kebandarudaraan, keamanan dan keselamatan penerbangan merupakan aspek utama yang perlu mendapat perhatian ekstra. Oleh karena itu, setiap 2 tahun sekali manajemen PT Angkasa Pura I (Persero) melaksanakan kegiatan simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) untuk menguji fungsi koordinasi, komunikasi, komando dan sinkronisasi atas prosedur tetap dari setiap unsur yang ada di bandara dan fungsi penunjang di sekitarnya,” terang Direktur Operasi PT Angkasa Pura I (Persero), Wendo Asrul Rose.

Dia berharap dengan adanya pelatihan ini, pihaknya selalu dalam keadaan siap menangani baik secara sumber daya manusia maupun fasilitas. Hal ini karena, kejadian atau kecelakaan bisa terjadi sewaktu-waktu.

Tak hanya di bandara Sultan Hasanuddin, tahun ini latihan serupa juga akan dilakukan di bandara Lombok Praya, Syamsudin Noor Banjarmasi, Adisutjipto Yogyakarta dan Patimurra di Ambon.