Phablet Ada di Persimpangan Kebijakan Keamanan Penerbangan AS

focalprice

Terkait dengan antisipasi tindak terorisme dari beberapa negara yang di cap suscpet oleh Pemerintahan Presiden Donald Trump, Otoritas Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat telah menerbitkan pembatasan untuk laptop dan alat elektronik lainnya untuk dibawa masuk ke dalam kabin pesawat. Pada pembatasan ini, smartphone tidak termasuk didalamnya.

Sebaliknya yang ditolak masuk ke dalam kabin adalah tablet, kamera, laptop serta unit game devices. Namun untuk smartphone yang memiliki ukuran besar hampir sama dengan tablet, atau kondang disebut Phablet (smartphone tablet) sampai saat ini masih dalam perbincangan bagaimana menyikapinya. Sebab ada hal yang ambigu atau tidak jelas karena saat ini banyak trend baru pada alat elektronik, khususnya smartphone masa kini dengan bentang layar hampir seukuran tablet.

Dilansir dari theverge.com (21/3/2017), beberapa smartphone tablet atau phabet yang menjadi gunjingan masuk ke kargo atau bisa dibawa ke kabin seperti iPhone 6S, Samsung Galaxy S7, Huawei Honor X2 dan Asus Fonepad. Dulunya seri awal semua phabet ini adalah smartphone biasa berukuran paling besar 5,5 inchi dan menjadi gunjingan karena memiliki ukuran hampir 7 inchi, ini yang membuat aturan pembatasan ini menjadi ambigu. Karena pada perangkat phablet dengan ukuran lebih dari 5 inci dan kurang dari 7 inci ini bisa digunakan untuk membuat panggilan telepon.

Tak hanya merek-merek tersebut, untuk phablet lain yang berada di rentang 5 -7 inchi ada Galaxy Note 5 dan Sony Xperia Z Ultra juga menjadi bahan pergunjingan. Hal ini mungkin di anggap terlalu rewel atau banyak pembicaraan. Namun untuk siapa saja yang menggunakan salah satu dari phablet tersebut harus waspada dan khawatir saat membawa dalam penerbangan dari negara suspect menuju Amerika Serikat. Anda akan nekad membawa Fonepad atau phablet dalam penerbangan dari Dubai ke New York atau akan diperiksa saat di gerbang imigrasi bandara.

Dalam dokumen resmi terkait pembatasan yang dibuat oleh Keamanan Dalam Negeri, masalah phablet ini menjadi tidak jelas untuk pembatasan ponsel besar, banyak pertanyaan untuk masalah ukuran smartphone, lantaran besar phablet bervariasi tergantung mereknya. Bila Anda tidak yakin dengan ukuran smartphone atau phablet yang dibawa, baiknya bisa bertanya pada maskapai agar tidak menjadi kesalah pahaman saat penerbangan.

The Verge, membagi empat maskapai penerbangan yang terpengaruh pada pembatasan ini yakni Royal Jordanian, Qatar Airways, Emirates Airlines dan Etihad, namun mereka tidak mampu untuk menjawab masalah seputar phablet ini.