Penumpang Kereta Jakarta-Bandung Kian Padat, KAI Tambah Jadwal Perjalanan

Seiring dengan maraknya pembangunan infrastruktur, kemacetan di jalur tol Jakarta-Bandung kian tak tertahankan, terlebih pada saat momen liburan dan akhir pekan. Sebagai reaksi kemacetan, jumlah penumpang yang naik kereta dari dan ke Bandung ikut membludak dalam beberapa waktu belakangan.

Baca juga: “Argo Muria Festival,” Upaya PT KAI Angkat KA Argo Muria Sebagai Ikon Semarang

Merespon hal tersebut, Baru-baru ini PT KAI menambahkan jumlah gerbong maupun perjalanannya pada relasi Jakarta menuju Bandung pergi pulang. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, peningkatan animo penumpang disebabkan banyaknya masyarakat yang menghindari macet akibat dampak dari proyek pembangunan ruas Jalan Tol Cikampek.

“Belakangan jumlah penumpang kereta api Jakarta-Bandung PP terus melonjak. Ini kemungkinan besar karena masyarakat menghindari macet dampak proyek pembangunan di ruas Jalan Tol Cikampek,” ujar Direktur PT KAI Edi Sukmoro yang dikutip KabarPenumpang.com dari republika.co.id.

Edi mengatakan, awalnya, relasi KA Jakarta-Bandung dilayani sebanyak delapan kereta atau 16 kali perjalanan pergi dan pulang. Namun, dikarenakan tingginya permintaan saat ini, pihak PT KAI menambahnya hingga sepuluh kereta atau melayani 20 trip.

Edi mengatakan, jika nantinya jumlah penumpang yang menggunakan moda kereta api dari Jakarta menuju Bandung tetap membludak, PT KAI siap menambah hingga 15 kereta atau 30 trip. Meski begitu, Edi menjelaskan, penambahan tersebut pun akan disesuaikan dengan tingkat kapasitas slot yang tersedia pada rute tersebut termasuk pengadaan kereta sendiri.

“Kami lihat tingkat kepadatan jalur yang tersedia. Apakah sarana dan prasarana mampu menanggung beban tambahan kapasitas,” ujarnya.

Dia mengatakan, selain penambahan slot pada relasi Jakarta-Bandung, KAI juga memungkinkan merevitalisasi relasi Cianjur-Padalarang-Bandung. Diketahui rute Bogor-Sukabumi-Cianjur saat ini sudah terbagun, namun rute Cianjur-Padalarang-Bandung masih mati dan bisa direaktivasi untuk membantu mengatasi kemacetan jalan raya.

Baca juga: Redam Lonjakan Penumpang KA Argo Parahyangan, PT KAI Hadirkan Empat Rangkaian yang Serba Baru!

Demikian juga antisipasi kurangnya sarana, Edi mengatakan pihaknya sudah melakukan kerja sama dengan PT INKA dengan memesan kereta sebanyak 800 unit kereta.

“Sebanyak 438 di antaranya akan didatangkan hingga Lebaran 2018, yang dialokasikan antara lain untuk rute-rute yang membutuhkan seperti Jakarta-Bandung ini,” ujarnya.