Peneliti Buktikan Bahwa Guncangan Akibat Turbulensi Bisa Diredam!

Ilustrasi turbulensi. Sumber: istimewa

Sudah lumrah terjadi turbulensi dalam setiap penerbangan. Selain ditentukan dari cuaca saat melakukan penerbangan, turbulensi juga bisa terjadi akibat medan yang dilalui oleh pesawat tersebut. Sebut saja seperti daerah pegunungan yang berpotensi untuk ‘mengundang’ guncangan hebat di kabin akibat adanya turbulensi. Bumpy air tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan, penumpang juga akan merasakan suasana yang sedikit mencekam manakala pesawat yang mereka tumpangi mulai berguncang.

Baca Juga: 4 Inovasi yang Singkirkan Ketakutan Anda Saat Mengudara

Walaupun terdengar menyeramkan bagi yang belum pernah mengalami langsung apa itu yang namanya turbulensi, tapi para perancang pesawat berusaha untuk meyakinkan semua orang bahwa turbulensi yang sering terjadi saat penerbangan merupakan hal yang tidak perlu ditakuti. Mereka memastikan bahwa struktur pesawat cukup kuat untuk mengatasi guncangan turbulensi, walaupun hal tersebut akan berimbas pada penggunaan bahan bakar yang lebih boros.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman openaccessgovernment.org (15/11/2017), adapun beberapa solusi untuk meminimalisir guncangan yang diakibatkan oleh turbulensi ini, salah satunya dikenal sebagai Gust Load Alleviation. Trik ini digunakan dengan cara mengurangi bobot pesawat sehingga membutuhkan lebih sedikit struktur untuk menyeimbangkannya dengan muatan, yang menggunakan sistem Gust Alleviation System.

Ailerons. Sumber: quoracdn.net

Bahkan, kebanyakan jet komersial modern ini sudah dilengkapi dengan fly-by-wire, sebuah sensor gerak yang menghubungkan fuselage dan ailerons (flap) yang dikendalikan dengan komputer. Ketika pesawat memasuki awan yang berpotensi menimbulkan turbulensi, sistem kontrol akan aktif secara otomatis  untuk mereduksi guncangan yang dirasakan oleh penumpang dan awak pesawat di dalam kabin. Sistem seperti ini sudah ada sejak 20 tahun yang lalu dan hingga kini masiih terus dikembangkan.

Selain itu, hadir sebuah proyek bernama The GLAMOUR (Gust Loads Alleviation Techniques Assessment on Wind Tunnel Model of Advanced Regional Aircraft) yang didanai oleh Clean Sky Joint Technology Initiative dan diketahui melibatkan beberapa intansi, seperti Politecico di Milano (Italia) yang bertindak sebagai ketua, IBK (Jerman), University of Bristol (Inggris), Technion (Israel), dan Re Fraschini (Italia).

Baca Juga: MAGIC! Troli Makanan Ini Bisa Memasok Sumber Energi Listrik di Kabin Pesawat

Adapun tujuan dari proyek ini adalah mengembangkan algoritma kontrol baru untuk pengendalian beban hembusan pada pesawat regional berkapasitas hingga 100 penumpang, khususnya untuk penyelidikan tentang efektivitas dari penggunaan kontrol otomatis yang terdapat pada bagian sayap dan ekor pesawat tersebut.

Proyek yang nantinya akan menghasilkan sebuah inovasi untuk meredam turbulensi ini menunjukkan bahwa adalah mungkin untuk melakukan pengurangan gerakan dan beban secara signifikan yang diakibatkan oleh turbulensi, melalui penggunaan skema pengurang beban hembusan aktif. Dengan begitu, nampaknya Anda tidak perlu khawatir lagi jika pesawat yang Anda tumpangi mengalami turbulensi hebat.