Pemerintah Ukraina Siap Rekonstruksi Jalur Kereta di Zona ‘Mati’ PLTN Chernobyl

Sumber: panorama.it

26 April 1986 menjadi hari yang tak pernah terlupakan di dunia, saat itu Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Chernobyl di Ukraina yang dulu masih jadi bagian Uni Soviet, mengalami kebocoran reaktor. Akibatnya 31 orang pekerja langsung tewas dan ada ribuan warga kota yang mengalami dampak radiasi nuklir. Efek radiasi nuklir yang menetap hingga tahunan membuat kawasan reaktor menjadi zona mati yang ditinggalkan.

Namun musim telah berganti, setelah berselang 32 tahun, kini Pemerintah Ukraina memutuskan untuk menghidupkan kembali jalur kereta api yang terletak di zona sekitaran PLTN Chernobyl. Adapun keputusan Pemerintah untuk menghidupkan kembali jalur kereta api di sekitaran PLTN Chernobyl yang sudah hancur ini diterbitkan pada Rabu (13/6/2018) bulan lalu.

Baca Juga: “Terowongan Cinta” di Ukraina, Salah Satu Jalurnya Menuju Pangakalan Militer Rahasia

Dihimpun KabarPenumpang.com dari laman xinhuanet.com (13/6/2018), dengan rencana pengaktifan kembali jalur ini, kabinet mengalokasikan dana sebesar US$34,8 juta atau yang setara dengan Rp500,6 miliar. Sebuah nilai yang dirasa cukup untuk merekonstruksi ulang jalur kereta Vilcha-Yanov sepanjang 47 km yang berada di zona PLTN Chernobyl tersebut.

PLTN Chernobyl sendiri berada di dekat kota Pripyat, Ukraina, 14,5 km sebelah barat laut kota Chernobyl, 16 km dari perbatasan Belarus-Ukraina, dan sekitar 110 km sebelah utara kota Kiev. Setelah terjadinya tragedi Reactor No. 4 pada tahun 1986 silam, maka secara stimultan PLTN ini mulai tidak aktif dan statusnya berubah menjadi zona pengecualian. Kemudian pada 15 Desember 2000, PLTN Chernobyl ini secara resmi ditutup.

Sumber: chernobylplace.com

Pemerintah Ukraina sendiri menargetkan jalur kereta ini akan difungsikan untuk mengankut limbah radioaktif ke fasilitas penyimpanan bahan bakar terpusat yang kini tengah dibangun di dekat PLTN Chernobyl. Rencananya, rekonstruksi jalur ini akan rampung dalam jangka waktu tiga tahun ke depan, terhitung sejak tanggal awal pembangunan. Diketahui, jalur kereta ini sendiri sudah tidak beroeprasi sejak tahun 2007 silam.

Sumber: chernobylplace.com

Pada bulan November 2017 silam, Pemerintah Ukraina telah memulai pembangunan fasilitas penyimpanan bahan bakar terpusat yang seyogyanya siap untuk beroperasi pada tahun 2022 mendatang. Adapun pembangunan fasilitas pembangunan ini ditujukan untuk meningkatkan kemampunan Ukraina dalam mengelola dan menyimpan limbah nuklirnya. Setelah rampung, fasilitas tersebut akan diproyeksikan untuk menyimpan bahan bakar nuklir bekas dari tiga PLTN yang ada Ukraina.

Baca Juga: Kuburan Tak Selalu Seram, Stasiun Purwakarta Saksinya

Kendati tengah dalam proses rekonstruksi, jaringan perkeretaapian yang ada di sekitaran PLTN Chernobyl yang sempat tidak terjamah ini mengundang minat tersendiri dari para pemburu foto. Dikutip dari laman sumber lain, tidak sedikit para fotografer yang sudah siap ‘perang’ datang ke lokasi untuk berburu jepretan yang ciamik. Hasilnya pun tidak bisa dipandang sebelah mata. Kesan terbengkalai dan angker sangat kuat mencuat dari foto-foto tersebut.