PaQ, Amankan Barang Berharga dalam Koper dari Benturan di Bagasi

PaQ dalam koper (Twitter)

Melakukan perjalanan dengan pesawat, biasanya mewajibkan penumpang yang membawa koper besar masuk ke bagasi kargo. Apalagi saat ada peraturan dimana alat elektronik besar harus ikut disimpan di bawah tanpa boleh masuk ke dalam kabin.

Baca juga: Swiss Freitag Ciptakan Tas Travel yang Bisa Dilipat!

Namun bagaimana untuk membungkus dan menyimpan barang elektronik atau barang pecah belah yang dibawa agar tertahan benturan? KabarPenumpang.com melansir dari laman newatlas.com (5/7/2018), dengan membungkus menggunakan bubble warp (plastik gelembung) atau koran barang tersebut bisa cukup aman dan melindunginya dari benturan.

Pembungkusan ini juga agar barang tidak rusak, pecah atau cacat saat dibuka kembali. Tak hanya itu ada pula PaQ yang merupakan gadget self-inflating dan mampu mengamankan semua barang berharga dalam koper Anda.

PaQ ini berbahan material PVC seperti kantung tiup seukuran smartphone atau tablet dengan berat 7,7 ons atau sekitar 218 gram. Di lengkapi dengan tenaga baterai AA yang bisa bertahan selama dua tahun dengan penggunaan seminggu sekali.

Cara penggunaannya pun mudah, saat Anda selesai berkemas pakaian dalam koper, letakkan kantung PaQ yang berbentuk persegi panjang tersebut dan tempatkan dalam koper di sisi atas. Kemudian, tekan tombol pada perangkat untuk memompa udara kedalam kantong dan tutup koper Anda.

Nantinya, meski sudah ditutup, PaQ masih bekerja untuk memenuhi ruang kosong di koper dan akan berhenti mengembang pada tekanan tertentu secara otomatis jadi tidak perlu khawatir PaQ akan merusak koper. Hal ini menguntungkan pengguna karena PaQ akan mampu menahan semua pakaian, cairan, barang elektronik dan lainnya di dalam koper untuk mencegah terbentur.

Baca juga: JOOX dan AirAsia Rilis “Fly Away,” Musik Tanpa Internet di Pesawat

Tenang saja, PaQ sendiri bisa kempes setelah Anda membuka koper. Diketahui PaQ saat ini merupakan subjek kampanye Kickstarter atau bisa dikatakan penjualan dengan promo seharga US$29 atau Rp417 ribu.

Nantinya untuk harga eceran sendiri diperkirakan dijual dengan harga US$49 atau Rp705 ribu. Bila pendanaan terpenuhi, selain menggunakan sensor akan pula dihadirkan dengan kemampuan Bluetooth dimana akan memberitahukan aplikasi di ponsel setelah koper tiba di bagasi claim.