Operator Taksi Jepang Buka Lowongan Jadi Pengemudi Asing, Tertarik?

Mohamed Selim. Sumber: Japan Today

Di Indonesia, mungkin masih ada saja sebagian orang yang memandang remeh profesi sebagai pengemudi taksi. Namun hal tersebut tidak berlaku di Negeri Sakura, Jepang. Pasalnya, operator taksi di sana, Hinomaru Kotsu Co. baru saja meningkatkan jumlah pengemudi asingnya. Diketahui perekrutan tersebut merupakan salah satu tanggapan atas meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara (wisman).

Baca Juga: Jepang Punya Taksi Khusus Ibu Hamil, Indonesia Punya Taksi Khusus Kaum Difabel!

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman the-japan-news.com (7/5/2018), saat ini Hinomaru Kotsu Co. mempekerjakan 23 pengemudi yang berasal dari 11 negara yang berbeda, diantaranya adalah Brasil, Cina, dan Mesir. Diantara para pengemudi asing tersebut, terselip satu nama yaitu Mohamed Selim dari Mesir yang mengaku tertarik dengan segala tentang Jepang. Sampai-sampai, ia belajar bahasa Jepang setelah dirinya menonton kartun sepak bola terkenal asal Jepang, Captain Tsubasa.

Dengan begitu, ada tiga bahasa yang dikuasai oleh Selim, yaitu Arab, Inggris, dan Jepang. Sebelumnya, ia bekerja untuk sebuah hotel terkenal di Jepang bergaya ryokan yang terletak, di Prefektur Hiroshima, antara tahun 2015 dan 2016. Pada tahun 2016, ia memutuskan untuk kembali ke tanah kelahirannya, sebelum pada tahun 2017, ia memutuskan untuk kembali ke Jepang dan bergabung dengan Hinomaru Kotsu Co.

Setelah kembali ke Mesir, Selim mulai bekerja untuk Hinomaru Kotsu pada bulan Juli 2017. Selim mengaku, sekitar 20 persen dari pelanggannya bukanlah berasal dari Jepang dan mengaku kemampuan Bahasa Inggris Selim sangat membantu mereka dalam berkomunikasi. Bahkan, kecintaan Selim terhadap Negeri Matahari Terbit tersebut dibuktikan dengan tekadnya yang ingin memperkenalkan atribut Jepang, termasuk budaya hingga norma kesopanan kepada para pelanggannya yang bukan berasal dari Jepang.

Baca Juga: Pertama Kali Mau Naik Taksi di Luar Negeri? Sebelumnya Baca Tips Ini

Berkat kegigihannya tersebut, Selim dianugerahi Guide Interpreter berlisensi pemerintah. Berharap dapat menyaring orang-orang seperti Selim, Hinomaru Kotsu Co. pun melakukan kampanye aktif melalui situs web berbahasa Inggris dan memposting lowongan pekerjaan secara online.

Iming-imingnya pun tidak tanggung-tanggung, selain mendapat lisensi pengemudi taksi, para pekerja asing ini pun akan mendapatkan sertifikat yang diperlukan untuk bekerja sebagai pemandu wisata. “Menggunakan tablet pun bisa dipilih oleh para pengemudi jika mengalami masalah komunikasi dengan konsumennya,” tutur seorang pejabat di Hinomaru Kotsu Co. yang ingin tetap anonim.