Dewasa ini, semua negara tengah merencanakan sebuah konsep kendaraan tanpa awak sebagai gambaran masa depan. Setiap Negara dari berbagai penjuru dunia ini saling menunjukkan konsep jagoannya, dari mulai bus tanpa awak dengan roda sejajar, hingga sebuah drone yang digunakan sebagai angkutan penumpang kelak. Namun, salah satu konsep kendaraan masa depan yang satu ini cukup menarik perhatian banyak orang, yaitu bus tanpa awak yang memiliki berbagai sensor, dari mulai sensor suara hingga sensor gerak.
Adalah Local Motors, sebuah manufaktur mesin bermotor yang bekerja sama dengan International Business Machines (IBM) menciptakan sebuah kendaraan futuristik memiliki fungsi khusus. Seperti yang sudah dijabarkan di atas, bus nir awak yang memiliki beberapa sensor ini diperuntukkan untuk menjangkau beberapa titik dengan jarak yang berdekatan. Olli, begitulah nama dari bus ini, rencananya akan dipasarkan ke beberapa target, seperti bandara dan kampus. Tempat duduk yang didesain mengikuti bentuk dari Olli menunjang para penumpang untuk lebih leluasa bergerak.
Kendaraan yang mampu melaju dengan kecepatan dibawah 35 mil per jam ini ini rencananya akan mulai diproduksi pada musim panas tahun 2018 mendatang. Apabila tidak menemukan kendala selama proses produksi, maka ini akan menjadi bus nir awak pertama yang menjajal ruas jalan di Amerika. Sebagaimana formula pada awal pembuatannya, Olli yang sepenuhnya dioperasikan oleh sistem otomatis dipadukan dengan AI-powered, sebuah teknologi keluaran IBM yang memungkinkan bus ini berkomunikasi langsung dengan para penumpangnya, tentu saja melalui suara dan teks yang akan muncul di layar smartphone Anda.
Selain dua perusahaan di atas, Meridian Autonomous juga turun serta dalam menyempurnakan moda darat yang bentuknya menyerupai sebuah lemari ini. Meridian berperan serta dalam pengadaan sistem navigasi, dimana melibatkan radar, lidar, dan juga kamera optik. Sebelum memasang alat-alat tersebut, Meridian memproyeksikan lingkungan sekitar dalam sebuah konsep 3 dimensi yang amat detail. Layaknya kendaraan otomatis pada umumnya, terdapat sensor yang akan memaksa Olli berhenti ketika menemukan sebuah rintangan selama perjalanan dan mengimkan sinyal kepada remote supervisor (yang dikendalikan oleh manusia) untuk menentukan langkah selanjutnya.
General Manager Local Motors yang juga menangani proyek Olli, Gina O’Connell mengutarakan bus autonomous ini bahkan dapat memilih pilihan sendiri dalam kondisi darurat. “Jika penumpang mengalami masalah terhadap kesehatan atau keamanannya, maka Olli akan segera mendatangi rumah sakit atau kantor polisi terdekat,” ucapnya seperti yang dilansir dari laman technologyreview.com, Kamis (13/4/2017).
Bus yang mampu mengangkut hingga 12 penumpang dalam sekali perjalanan ini dapat berkomunikasi menggunakan teknologi AI-powered yang terpasang di dalamnya, sehingga penumpang dapat memerintah Olli menggunakan suara secara spesifik, seperti “Restoran Mexico terdekat dari sini” dan semacam itu. Selain menggunakan sensor suara untuk memerintah Olli, penumpang juga dapat menggunakan teks untuk menyuruh Olli mengantarkan Anda.
Selain beberapa keunggulan di atas, Olli juga memiliki machine vision, yang berfungsi untuk memantau situasi apabila ada penumpang atau penyandang disabilitas belum sepenuhnya naik ke dalam kabin bus, maka Olli tidak akan berjalan hingga orang tersebut sudah sepenuhnya duduk. Machine vision juga berfungsi sebagai pembaca gerak bibir dari orang penderita tuna rungu dan tuna wicara yang nantinya akan menampilkan jawaban orang-orang tersebut pada sebuah layar, tentunya dengan menggunakan bahasa isyarat.