Sunday, April 6, 2025
HomeDaratNekad Merokok di Kabin Sebelum Mengudara, Ini Tanggapan Pihak Citilink Indonesia

Nekad Merokok di Kabin Sebelum Mengudara, Ini Tanggapan Pihak Citilink Indonesia

Dunia aviasi Indonesia sempat menjadi sorotan publik dunia beberapa waktu yang lalu. Sayangnya, bukan pemberitaan positif yang berhasil mencuri perhatian global, melainkan pemberitaan yang kurang mengenakkan. Pemberitaan ini dilandaskan pada sebuah video berdurasi pendek yang menampilkan seorang penumpang maskapai Citilink diciduk petugas keamanan Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta karena kedapatan merokok di dalam kabin.

Baca Juga: Pertama di Asia, Citilink Raih “Four Stars Low Cost Airline” dari Skytrax

Sebagaimana lansiran KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, peristiwa yang terjadi pada Minggu (25/2/2018) ini melanda maskapai dengan nomor penerbangan QG 156 dengan rute Bandara Internasional Halim Perdanakusuma – Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali sekitar pukul 25.35 WIB. “Menurut laporan yang kami terima, saat keluar dari boarding gate menuju pesawat terbang, penumpang yang bersangkutan terlihat merokok bahkan diteruskan saat menaiki tangga pesawat,” tutur VP Corporate Communication Citilink, Benny S. Butarbutar, Kamis (1/3/2018).

Dalam video berdurasi singkat yang tersebar luas di dunia maya tersebut, terlihat seorang pria beradu argumen dengan sejumlah petugas keamanan  bandara yang berusaha untuk menurunkannya dari kabin. Pria berkacamata tersebut tetap pada pendiriannya bahwa merokok di dalam kabin itu tidak akan berdampak apa-apa.

Petugas keamanan bandara yang semula bersikap persuasif mulai meningkatkan nada pembicaraannya ketika pria ini terus bersikukuh dengan statemennya. “Ini semua delay karena bapak, loh. Kita udah ngomong baik-baik,” begitu tutur salah satu petugas bandara yang turun tangan menyelesaikan masalah tersebut.

Selang beberapa waktu, akhirnya si penumpang tersebut mau turun dari pesawat dengan pengawalan dari petugas. Dengan begitu, secara otomatis ia mengurungkan niatnya untuk menyambangi Pulau Dewata malam itu.

Menurut Benny, kondisi tersebut sangat membahayakan penerbangan, khususnya keselamatan dan keamanan para penumpang yang berada dalam kabin. Terlebih, pria yang disinyalir bernama Iwan Limau ini merokok ketika pesawat tengah mengisi bahan bakar. Walaupun terlapis dinding kabin yang sangat tebal, namun hal tersebut tetap melanggar aturan di dunia penerbangan global.

Baca Juga: Perluas Segmen Pasar, Citilink Gandeng Ikatan Alumni Universitas

“Yang bersangkutan tidak sadar bahwa perbuatan yang ia lakukan berdampak dan jika terjadi (kecelakaan), akan sangat berbahaya,” tambahnya via telepon. “Perilakunya jelas-jelas dapat mengancam keselamatan dan keamanan penerbangan. Dalam industri penerbangan, kami harus bisa memastikan tidak ada satupun aturan keselamatan yang dilanggar sehingga operasional penerbangan dapat berjalan dengan aman, lancar dan nyaman,” ungkap Benny.

Disinggung soal hukuman apa yang diberlakukan kepada Iwan, Benny enggan berkomentar lebih jauh soal itu. “Kita edukasi saja, belum ke hukuman,” tutupnya singkat. Ada-ada saja ya!

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru