MRT Malaysia Butuhkan 250.000 Penumpang per Hari Agar Bisa Tembus Break Even Point

Sumber: says.com

Demi merangkak menuju break-even point, proyek Mass Rapid Transit (MRT) Malaysia yang berada di bawah kendali Menteri Keuangan mencatatkan target 250.000 penumpang setiap harinya. Pernyataan tersebut digelontorkan langsung oleh Wakil Menteri Keuangan, Datuk Othman Aziz melalui sebuah pernyataan. Kendati masih lumayan jauh dari target tersebut, dirinya bersama jajaran tidak patah arang demi mencapai ‘titik impas’.

Baca Juga: Di Malaysia, Jalur MRT Ini Justru Sepi Peminat

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman thesundaily.my, yang membuat optimis Datuk Othman Aziz cs. adalah status dari MRT sendiri yang merupakan salah satu proyek jangka panjang yang tengah digembleng oleh pemerintah Malaysia. “MRT adalah proyek jangka panjang dan bukan proyek yang akan menghasilkan pengembalian investasi dalam jangka waktu yang singkat,” tukas Datuk Othman Aziz.

Sang Datuk pun membocorkan jumlah angka dari penumpang MRT dewasa ini. “Berdasarkan estimasi, laba atas modal dapat dihasilkan ketika jumlah penumpang harian di MRT mencapai 250.000 orang, dibandingkan dengan 130.000 dan 140.000 orang saat ini,” ujarnya kepada awak media setempat pada akhir Maret silam. “Inshaa Allah (Dengan berkat Allah), kami akan mencapai tujuan kami untuk mendorong penggunaan transportasi umum, yang akan berimbas pada pengembalian modal (break-even point),” imbuhnya.

Tanpa bermaksud melemparkan dalih, Datuk Othman Aziz mengatakan ada beberapa pembangunan stasiun yang masih belum rampung sepenuhnya. “Saat ini, ada enam stasiun yang belum sepenuhnya selesai dan digunakan, yaitu stasiun Kwasa Damansara, Kwasa Sentral, Kampung Selamat, Sungai Buloh, TRX, dan Merdeka 118,” katanya kepada Dewan Rakyat sebagai tanggapan atas pertanyaan mengenai pendapatan dan profitabilitas proyek MRT.

Baca Juga: Baru Lima Hari Beroperasi, Vandalisme Terpa Jaringan MRT Kuala Lumpur

Setelah melakukan pembukaan fase pertama pada Desember 2016 silam dan fase kedua pada Juli 2017 kemarin, Sungai Buloh-Serdang-Putrajaya Line diharapkan beroperasi penuh pada tahun 2022 mendatang. Sedangkan MRT Line 3, yang akan menjadi bagian dari Sistem Transit Terpadu Greater KL / Klang Valley, dijadwalkan selesai sebelum tahun 2025.