Mau Manjakan Mata Saat Mudik? Jalur Pantai Selatan Bisa Jadi Pilihan

Jalur pantai selatan, sebagai alternatif mudik

Jalur Pantai Utara (Pantura) hingga kini masih menjadi salah satu pilihan para pemudik ke kampung halaman mereka masing-masing baik yang akan ke Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur. Tetapi pemilihan jalur alternatif untuk mudik sejatinya tak melulu harus lewat Pantura.

Baca juga: SPBU Muri, Rest Area dengan Berbagai Fasilitas Plus

Salah satunya adalah jalur baru Pantai Selatan atau Pansela yang membentang dari Banten hingga ke Jawa Timur. Jalur Pansela ini sendiri memberikan penawaran pengalaman mudik dengan pemandangan yang berbeda di bandingkan jalur pantura dan jalur tengah.

Sayangnya jalur ini masih jarang dilewati pemudik dan pelacong karena jalur arteri ini masih banyak belum diketahu dan dijajal. Jalanan di jalur Pansela sendiri memiliki lebar 5-7 meter dengan kondisi mulus dan relatif sepi kendaraan.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, jalur Pansela melewati 23 kabupaten di empat provinsi yang memiliki destinasi menarik. Jalur Pansela dimulai dari Merak ke Labuhan di Banten, kemudian menuju arah selatan melalui Bayah Pelabuhan Ratu, berlanjut ke Pangandaran, Cilacap hingga Gunung Kidul di Yogyakarta, disebut-sebut jalur ini sudah cukup baik dari sebelumnya.

Jalur Pansela juga dikenal dengan nama Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) dan sudah siap menjadi jalur alternatif bagi pemudik. Meski belum terbangun semua, proyek yang memiliki panjang jalur hingga 116,5 km tersebut sudah menjadi salah satu pengurang kepadatan di jalur Pantura.

Di Kulonprogo, dari total rencana 23,1 km, sudah terbangun 19,3 km. Sedangkan di Bantul dengan rencana panjang 16,28 km sudah terbangun 14 km dan di Gunungkidul dengan total panjang 76,34 km sudah terbangun 30 km. JJLS di kawasan Yogyakarta ini juga berdekatan dengan sejumlah objek wisata menarik.

“Jalan sudah mulus dan siap untuk jalur pemudik,” ujar Kepala Bidang Bina Marga DPUP ESDM DIY Bambang Sugaib.

Data dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebutkan, di antara objek yang bisa dituju di kawasan ini adalah Pantai Congot, Pandansimo, Parangtritis, Soge, Laguna Glagah, Kwaru, dan Bantul. Di sepanjang jalur Pansela, total ada 36 destinasi wisata yang bisa disinggahi karena letaknya yang cukup dekat.

Meski jalur ini sepi dan lancar, tetapi masih sangat minim penerangan di sejumlah titiknya. Selain itu, di beberapa bagian pun jalurnya masih belum diperlebar sehingga diperlukan kewaspadaan yang cukup tinggi dari pengemudi yang melalui jalur ini.

Kewaspadaan pengemudi juga harus ditingkatkan, karena kontur jalan yang banyak berkelok dengan tanjakan serta turunan. Adapun beberapa tips yang bisa digunakan pemudik yang melalui jalur selatan adalah kesiapan pengemudi dan juga kendaraan.

Kesiapan pengemudi sangatlah penting, sebab jalur yang dilaluinya cukup menjadi tantangan tersendiri. Bila mengantuk dan lelah, baiknya pengemudi beristirahat agar kembali fit.

Baca juga: Mudik Lebaran 2018, ASDP Siapkan 217 Kapal di Tujuh Lintasan

Kendaraan pun sebelum berangkat harus dicek baik mesin, rem dan ban. Kanit Lakalantas Polres Garut Ipda Hilman mengatakan, dalam Operasi Ketupat Lodaya 2018, Polres Garut akan menyediakan dua pos pengamanan dan 15 pos pengatur lalu lintass untuk membantu kelancaran mudik.

Pos pengamanan mudik sendiri difungsikan sebagai area beristirahat dengan sejumlah fasilitas seperti toilet, mushola, tempat bermain anak, tempat pijat atau refleksi dan bengkel. Sedangkan Kadis Kesehatan Prov Jateng, Yulianto Prabowo mengatakan, sudah menyiapkan pos kesehatan di sepanjang jalur yakni Cilacap, Kebumen dan Purworejo.

“Di luar tol Brebes-Sragen, kita siapkan 195 pos kesehatan di seluruh jalur mudik Jateng,” ujar Yulianto.