Low Cost Carrier Terminal Akan Hadir di Terminal 1 dan 2 Bandara Soetta

Terminal 1 Bandara Internasional Soekarno-Hatta

Low Cost Carrier Terminal (LCCT) akankah hadir untuk maskapai berbiaya rendah di Indonesia? Belum lama ini, AirAsia Indonesia mendorong pemerintah untuk membuat atau mengadakan terminal khusus bagi maskapai berbiaya rendah agar airport tax atau Passenger Service Charge (PSC) bisa turun dan harga tiket lebih murah.

Baca juga: Bandara Soekarno-Hatta Hadirkan “Hotel Kapsul” di Terminal 3 Domestik

Sebab saat ini diketahui, PSC di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta Rp230 ribu. CEO AirAsia Indonesia Dendy Kurniawan mengatakan, bila ada penurunan PSC dari Rp230 ribu menjadi Rp110 ribu biaya tersebut tidak dinikmati oleh maskapai melainkan penumpang.

“Bila dengan acuan di Terminal 3 Bandara Soetta ada satu juta penumpang, jika PSC diturunkan menjadi Rp110 ribu maka kemungkinan akan ada tambahan penumpang sampai tiga juta. Lebih untung mana coba? Tentu itu akan win-win, praktis untuk pemerintah, airline, keuntungan buat pengelola AP II juga jadi lebih tinggi,” tutur Dendy yang dikutip KabarPenumpang.com dari kompas.com.

Tak hanya menguntungkan dari tiket pesawat, bisnis non aeronautikal juga akan mendapatkannya. Dengan adanyaa dorongan dari AirAsia Indonesia, Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin angkat bicara dan memaparkan skema rencana untuk LCCT atau terminal khusus bagi maskapai berbiaya rendah di Bandara Soetta.

Awaluddin mengatakan, LCCT akan berada di Terminal 1 dan 2 Bandara Soetta. “Prosesnya sekarang sudah dimulai, Terminal 1 jadi LCCT domestik, Terminal 2 jadi LCCT domestik dan internasional, lalu Terminal 3 jadi full service carrier domestik dan internasional.”

Awalnya, AP II memang berencana untuk merevitalisasi Terminal 1 dan 2 dalam rangka menambah kapasitas penumpang per tahunnya. Tetapi belakangan melalui pemerintah dengan arahan Presiden Joko Widodo yang ingin meningkatkan industri pariwisata menugaskan AP II membuat LCCT.

LCCT dinilai bisa meningkatkan jumlah wisatawan baik domestik maupun internasional, sebab harga tiket yang ditawarkan maskapai terbilang murah dan kompetitif. Sayangnya untuk mewujudkan itu semua, maskapai LCC membutuhkan terminal atau bandara khusus karena berpengaruh pada perhitungan harga tiket dengan salah satu didalamnya adalah PSC.

“Kami asumsikan, (kapasitas penumpang per tahun) Terminal 1 dan Terminal 2 increase 100 persen jadi total 36 juta,” tutur Awaluddin.

Baca juga: Tak Ada Pembagian Daerah, Angkasa Pura II Kini Kelola Bandara Banyuwangi

Total anggaran yang dikeluarkan untuk membuat Terminal 1 dan 2 menjadi LCCT adalah Rp3,7 triliun, dengan rincian Rp1,9 triliun untuk Terminal 1 dan Rp1,8 triliun untuk Terminal 2. Semua biaya tersebut berasal dari internal AP II atau self financing.

Rencananya, LCCT sudah bisa dioperasikan paling cepat akhir tahun ini dan paling lambat tahun 2019. Setelah membuat LCCT, AP II akan membangun Terminal 4 untuk mengakomodasi pertumbuhan pergerakan penumpang dan pesawat yang pertumbuhannya makin pesat.