Long Haul Low Cost Carriers, Solusi Terbang Jarak Jauh Tanpa Harus Kuras Dompet!

LHLCC milik Singapore Airlines, Scoot. Sumber: runwaygirlnetwork.com

Secara umum, dunia penerbangan global terbagi ke dalam dua kategori, yaitu Full Services dan Low Cost Carriers (LCC). Sesuai dengan namanya, layanan Full Services sudah mencakup keseluruhan tetek bengek selama perjalanan, mulai dari apron tax, asuransi, hingga penganan selama penerbangan. Pun dengan rute yang disanggupi oleh layanan ini juga didominasi oleh penerbangan jarak jauh. Berbanding terbalik dengan layanan LCC yang semuanya serba terbatas dan rute penerbangannya yang mayoritas hanyalah penerbangan jarak pendek.

Baca Juga: Dilema Seat Pitch, Maskapai Tambah Untung Penumpang Merana

Namun, belakangan ini santer tersiar kabar mengenai keberadaan Long Haul Low Cost Carriers (LHLCC), layanan berbiaya rendah yang menyanggupi perjalanan jarak jauh yang memakan waktu perjalanan berjam-jam, nah lho! Memang, di satu sisi penumpang tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk mengudara dari satu negara ke negara lainnya, tapi di sisi lainnya banyak hal yang mesti dikorbankan  oleh para penumpangnya, salah satunya adalah kenyamanan selama mengudara.

Tidak bisa dipungkiri, layanan LCC erat kaitannya dengan jumlah kursi yang dipadatkan di dalam kabin sehingga berpengaruh terhadap sempitnya ruang antara kaki penumpang dengan kursi yang berada di depannya (Seat Pitch sempit). Pun dengan hiburan yang harus disiapkan sendiri oleh penumpang, karena di hampir semua layanan LCC tidak menyediakan media entertainment bagi para penumpangnya, berbeda dengan layanan Full Services.

Banyaknya poin minus di layanan LCC ternyata tidak menyurutkan pihak maskapai untuk menyediakan layanan penerbangan jarak jauh. Sebut saja AirAsia X, Eurowings, Jetstar, LEVEL, Norwegian, Scoot, WOW Air merupakan beberapa nama maskapai yang menyediakan layanan LHLCC. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman runwaygirlnetwork.com (30/12/2017), tahun 2018 diprediksi sebagai tahun yang gemilang untuk layanan LHLCC ini. Bagaimana tidak, pihak maskapai bisa meraup untung besar karena penumpang akan lebih tertarik untuk menggunakan layanan LHLCC ini  ketimbang layanan Full Service yang harganya terkenal melangit.

Hadirnya layanan LHLCC ini juga merupakan bukti nyata dari ketatnya persaingan di dunia aviasi global. LHLCC juga memungkinkan sejumlah kelompok maskapai induk untuk bereksperimen dengan berbagai cara, tanpa merugikan merek penerbangan Full Services yang ada di dalam keluarganya (Seperti Garuda Indonesia yang merupakan induk perusahaan dari Citilink). Dalam kebanyakan kasus, LHLCC memberi kesempatan kepada kelompok maskapai penerbangan untuk memperluas jangkauan dasarnya dengan biaya operasional yang lebih rendah.

Melambungnya harga layanan Full Services yang diterapkan oleh suatu maskapai penerbangan dan sepinya permintaan dari penumpang membuat para pegiatnya memikirkan cara bagaimana bisa menjaring penumpang yang hendak bepergian jarak jauh tanpa mereka harus merogoh kocek yang dalam. Seperti halnya menyajikan layanan kelas dua di kategori Full Services, akhirnya menelurkan satu ide untuk menghadirkan layanan LHLCC.

Walaupun pihak maskapai harus mengorbankan kenyamanan penumpangnya dengan memadatkan kursi di dalam kabin, namun taktik ini dinilai ampuh untuk menjaring lebih banyak penumpang yang hendak terbang jauh dengan budget yang terbatas.

Baca Juga: IATA: LCC Berkibar, ASEAN Bakal Jadi Kawasan Pertumbuhan Penerbangan Tercepat

Ditinjau dari segi armada, ambil contoh Jetstar yang menggunakan Airbus A330-200 untuk mengudara dari Sydney menuju Honolulu. Konfigurasi kursi yang digunakan oleh anak  perusahaan dari Qantas ini adalah 2 – 4 – 2, dengan kursi yang memiliki pitch 31 inci (79 sentimeter) dan lebar 17 inci (43cm).

Dilansir dari sumber terpisah, penerbangan bertarif rendah ini dapat ‘disulap’ menjadi lebih nyaman dengan biaya tambahan senilai $10 (Rp135.000) yang mencakup neck pillow, sikat dan pasta gigi, erarplugs, kaos kaki, lip balm, hingga peminjaman selimut selama perjalanan. Tapi Comfort Pack yag ditawarkan oleh pihak maskapai ini harus terlebih dahulu dipesan, tidak bisa Anda menambah layanan ini secara mendadak.

Selain Comfort Pack tadi, pihak Jetstar juga melayangkan penawaran untuk penyewaan iPad selama perjalanan. Harga yang ditawarkan berkisar antara $15 hingga $18 (Rp 200.000 hingga Rp240.000) dalam sekali penerbangan. Sebuah harga yang bisa dibilang pantas daripada Anda harus bengong selama mengudara.