Lintasi Hutan di Karawang, Pembebasan Lahan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Optimis Tuntas Akhir Tahun

ilustrasi kereta cepat Jakarta - Bandung. Sumber: greeners.co

Pemberitaan mengenai proyek Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) yang rencananya akan menghubungkan Jakarta dengan Bandung sudah santer hingga ke luar negeri. Namun sayangnya, proyek yang merupakan bentuk kerja sama antara Indonesia dengan Cina ini hingga kini masih masuk ke dalam kategori mangkrak. Soal pembebasan lahan menjadi senjata utama PT KCIC dalam menjawab banyaknya pertanyaan dari warga Indonesia yang menantikan kehadiran dari jenis kereta cepat pertama di kawasan Asia Tenggara ini.

Baca Juga: Jalan di Tempat, Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Masih) Terbelit Pembebasan Lahan

Kendati warga Indonesia sendiri nampaknya sudah mulai pesimis dengan kelanjutan proyek ini, namun lain cerita dengan yang diutarakan oleh pihak China Railway Corp (CRC) selaku kontraktor. Dilansir KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, kontraktor yang juga menunggangi beberapa proyek kereta di daratan Eropa ini mengatakan bahwa proyek KCIC akan segera berjalan. “Kemajuan proyek sudah sampai tahap pembangunan 22 lokasi konstruksi, walaupun masih ada beberapa masalah terkati perizinan dan pembiayaan,” tutur pihak CRC, dikutip dari laman railway-technology.com (3/7/2018).

PT KCIC sendiri mencatat pembebasan lahan pembangunan kereta cepat Jakarta – Bandung hingga saat ini baru mencapai 86 km atau 60% dari total kebutuhan lahan yang mencapai 143 km. “40 persen sisa pembebasan lahan kereta cepat harus selesai tahun ini. Kalau mau cepat selesai harus selesai dong lahannya,” tutur Direktur Utama PT KCIC, Chandra Dwiputra. “Kami lihat sekarang yang kerjakan siapa, kontraktor yang sudah biasa mengerjakan di Cina, biasa mengerjakan ini. Harus optimis dong, kecuali yang bangun baru belajar,” imbuhnya.

Senada dengan Chandra, Menteri BUMN Rini Soemarno pun melontarkan pernyataan yang serupa. “Harus tahun ini selesai, kalau mau cepat selesai harus selesai semua lahannya tahun ini,” ungkap Rini dikutip dari laman liputan6.com (3/6/2018).

Baca Juga: Menteri Rini: “Jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung Akan Dilengkapi 13 Terowongan”

Sementara itu, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, meminta proyek pembangunan kereta api cepat Jakarta-Bandung memperhatikan daya resapan air. “Pembangunan kereta cepat Jakarta – Bandung itu melintasi daerah kawasan hutan di Karawang,” kata Kepala Bappeda Kabupaten Karawang, Eka Sanatha (3/7/2018). Hal tersebut dimaksudkan agar proyek bisa tetap berjalan dan warga Karawang dapat tercegah dari bencana banjir yang mengancam apabila para pemangku kepentingan terkait tidak memperhatikan perihal daya resapan air tersebut.