Lima Kesalahan dalam Memasang Car Seat di Kendaraan

Ilustrasi pemasangan kursi anak di dalam mobil secara benar (Birmingham Mail)

Kecelakaan mobil di Amerika Serikat adalah pembunuh nomor satu anak-anak usia 0 sampai 19 tahun. Data ini didapat menurut Centers for Disease Control and Prevention. Safe Kids Worldwide mengatakan, tempat duduk untuk anak di mobil (car seat) bisa mengurangi risiko kematian sebanyak 71 persen, namun tentu syarat car seat harus dipasang dan digunakan dengan benar.

Baca juga: Ternyata, Sabuk Pengaman Lindungi Anda dari Lima Arah

KabarPenumpang.com merangkum dari laman watertowndailytimes.com, bahwa banyaknya kematian terjadi terhadap anak-anak di karenakan banyak pemilik mobil yang tidak memasang car seat mereka dengan benar.

“Kami menemukan orang tua sering melakukan beberapa kesalahan sekaligus. Sebenarnya hanya dengan beberapa menit untuk memastikan pemasangan kursi anak di jok mobil dengan benar menjadi langkah awal menyelamatkan nyawa,” ujar manager pelatihan program Safe Kids Buckle Up Lorrie Walker.

Menurutnya ada lima kesalahan utama yang sering dilakukan orang tua terhadap pemasangan car seat terebut. Berikut ini kesalahan dan cara menghindarinya agar anak lebih aman saat berada di dalam mobil.

1. Berpikir anak sudah besar
Kebanyak orang tua memikirkan anak mereka sudah besar saat di dudukkan di car seat mereka saat berada di dalam mobil. Padahal sebenarnya anak-anak harus duduk dengan aman dan pas. Apalagi untuk anak-anak yang sedang bertumbuh, ini lebih berbahaya karena perlindungan lebih sedikit.

2. Mematuhi hukum negara dan bukan rekomendasi federal
Undang-undang negara dibuat politisi yang bukan ahli kecelakaan. Hukum negara sangat minimun dan tidak maksimal. Rekomendasi federal dari para ahli di NHTSA atau Academy of Peatrics lebih baik. Sebab sabuk pengaman harus bisa digunakan anak sampai usia 8 tahun jika duduk di kursinya. Pendiri dan presiden kelompok keselamatan KidsAndCars Janette Fennel mengatakan, anak yang dipindahkan dari kursi boosternya harus dilihat dengan cara mereka duduk dimana punggung bersandar dengan rata pada jok belakang.

Kemudian lutut pas berada di tepi jok dan kaki menapak di lantai mobil. Sabuk pengaman di bahu dan dada bukan di wajah atau leher, sabuk menyilang di pinggul dan menyentuh paha bukan di perut. Dengan seperti ini berarti anak Anda sudah nyaman duduk sendiri di dalam mobil tanpa bantuan kursi tambahan.

3. Tidak membaca buku panduan
Pengguna car seat sering lupa dengan petunjuk manual. Meski sering menggunakan, tetapi masih juga ada yang lupa pada tahap-tahapnya. Dari penelitian yang dilakukan Safe Kids, ada 64 persen oang tua yang masih lalai dalam pengamanan kursi tambahan tersebut.

4. Tak gunakan bantuan gratis
Memasang car seat dengan benar tidaklah mudah. Jika sendiri terkadang juga masih menggunakan buku manual. Bila masih tidak paham, baiknya mintalah bantuan pada ahlinya dan ini tidak dikenakan biaya alias gratis untuk memasang kursi tambahan tersebut.

Baca juga: Warga UEA Setujui Aturan Penggunaan Sabuk Pengaman dan Car Seat

NHTSA dan Safe Kids menyediakan daftar tempat para ahli yang mengetahui kesalahan kritis dimana bisa menyebabkan seorang anak terbunuh saat sabuk kursi tambahan dengan mobil terlalu longar. Tak hanya itu, jika sabuk pada bagian dada melebihi ketinggian yang salah juga bisa mengakibatkan kecelakaan.

5. Tidak tahu tentang tempat duduk yang digunakan
Para pendukung keselamatan, menyarankan, untuk tidak menerima car seat bekas. Biasanya jika menggunakan mobil sewaan, lihat riwayat kecelakaannya. Apalagi jika mobil yang Anda beli memiliki riwayat kecelakaan dikarenakan joknya, baiknya ganti dengan yang baru dibandingkan harus membuat nyawa melayang.