Lima Hari Dibuka, Penjualan Tiket Kereta Api Lebaran Baru 9-10 Persen

Penumpang kereta rela antri tiket mudik lebaran (Konfrontasi)

Meski Hari Raya Idul Fitri 2018 masih tiga bulan lagi, tetapi PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai berbenah untuk mengantisipasi lonjakan pembelian tiket. Sebab H-90 sebelum keberangkatan KAI sudah membuka pemesanan tiket.

Baca juga: Persiapkan Musim Mudik 2018, PT KAI Sudah Buka Pemesanan Tiket Sejak 1 Maret Kemarin!

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai sumber, Corporate Deputy Director of Passenger Transport Marketing and Sales PT KAI, Mukti Jauhari mengatakan pihaknya sudah menyadari sejak tahun lalu dimana server sempat mengalami gangguan. Hal ini lantaran banyak calon penumpang yang memesan tiket kereta.

Ternyata masalah tersebut tidak hanya terjadi pada sistem KAI tetapi pada mitra KAI yang juga menjual tiket.

“Mesin kami sudah modern dari tahun 2015. Selama ini juga tidak ada masalah. Kalau akses, memang diakui agen kami sangat unik. Jadi, lonjakan demand sangat tinggi dibanding hari biasa kalau menjelang lebaran. Tahun lalu tiket.com mengalami down. Karena tidak pernah antisipasi lonjakan demand yang masuk,” kata Mukti.

Dengan adanya perbaikan manajemen untuk atasi lonjakan pemesanan tiket, pihaknya optimis bisa melayani penjualan tiket tanpa ganguan.

“Memang mesin server kami cukup besar, tapi dampaknya karena tidak bisa memenuhi semua permintaan dalam waktu yang berdekatan, kami perbaiki manajemen antreannya di server kami. Jadi nanti ada yang timed out mungkin. Tapi mesin kami Insya Allah siap,” ujarnya.

Dari sisi teknis, Ia mengaku telah memperbesar kapasitas nilai konsumsi transfer data atau bandwidth dari 150 Mb menjadi 400 Mb untuk kelancaran akses pemesanan tiket agar tidak terjadi kerusakan atau down pada server saat terjadi lonjakan pemesanan online.

Selain kesiapan server untuk mengatasi momok lonjakan pembelian tiket Lebaran, KAI tahun ini menyiapkan kapasitas tempat duduk sebanyak 236.210 kursi per hari untuk arus mudik. Jumlah tersebut naik 3,5 persen dari tahun 2017 yang disiapkan sebanyak 228.158 kursi per harinya. Namun, hingga hari kelima ini, tiket yang baru terjual sembilan sampai sepuluh persennya saja.

“Untuk tiket yang terjual baru lima hari sejak penjualan dibuka, yang terjual masih sangat kecil belum ada sepuluh persen tepatnya ada di angka sembilan sampai sepuluh persen,” ujar Mukti.

Dia mengatakan, untuk tarif kereta tidak ada perubahan seperti tahun lalu. Untuk KA komersial angkutan lebaran pada H-9, pihaknya akan menarik tarif batas atas. Mukti juga menghimbau agar pengguna layanan KAI untuk mudik Lebaran 2018 tidak menggunakan jasa calo untuk membeli tiket. Sebab tiket bisa dipesan selama 24 jam melalui aplikasi KAI Access atau mitra.

Baca juga: Redam Lonjakan Penumpang KA Argo Parahyangan, PT KAI Hadirkan Empat Rangkaian yang Serba Baru!

“Tarif seperti tahun lalu untuk angkutan hari lebaran H-9 kami menarik batas atas. Sementara itu, tetap di batas atas tidak ada yang melewati ketentuan di batas atas. Antisiapasi calo, kami sudah tidak punya agen kecil tanpa ada badan usaha. Dulu kami pernah pakai agen kecil namun sekarang kami pakai business to business (B to B) semua. Agen kami berbadan hukum semua,” tegas Mukti.

Dalam mengantisipasi daerah rawan bencana, PT KAI juga menyiapkan alat metrial untuk siaga (AMUS) yang berfungsi untuk mengontrol dan memonitor kualitas rel.