Levignac, Desa Kecil di Pinggiran Perancis Jadi Saksi ‘Lahirnya’ Airbus A380

Sumber: cnn.com

Tidak bisa dipungkiri bahwa Airbus A380 merupakan pesawat komersial terbesar yang ada di jagat aviasi global saat ini. Proses perakitan komponennya pun melibatkan sejumlah perusahaan yang tersebar di seluruh  dunia, mulai dari  Jerman, Spanyol, Inggris, dan  Perancis. Ketika semua komponen sudah selesai di rancang, barulah masing-masing  dari mereka dikirim ke Perancis untuk disatukan.

Baca Juga: Libatkan 1.500 Perusahaan, Inilah Proses Perakitan Airbus A380 Yang Fenomenal

Seperti yang sudah diberitakan pada artikel sebelumnya, sebuah workshop milik Jean-Luc Lagardere yang terletak di Toulouse, Perancis menjadi tempat bersejarah perakitan Airbus A380 yang melegenda itu. Komponen pesawat yang mulai kehilangan pangsa pasarnya ini memanglah tidak sedikit dan tentu saja memiliki ukuran yang super besar, tidak heran jika pihak Airbus lalu menggelontorkan dana kas mereka untuk melakukan renovasi terhadap  sejumlah jalanan menuju workshop milik Jean-Luc Lagardere.

Sekedar mengingatkan kembali, komponen Airbus A380 diboyong dengan  menggunakan tiga moda sekaligus, yaitu darat, udara, dan laut. Setibanya di Paulliac, Perancis, enam partikel utama Airbus A380 yang dikirim via jalur laut akan melanjutkan perjalanan darat pada malam harinya. Konvoi pengangkut komponen mega jet ini akan melewati Itinéraire à Grand Gabarit, jalan yang dimodifikasi oleh Airbus untuk memudahkan proses pengiriman. Setelahnya, konvoi ini akan melewati Levignac, sebuah desa kecil yang penduduknya sudah menantikan parade komponen Airbus A380.

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman cnet.com, warga yang menempati lahan seluas 12,22km persegi ini enggan absen untuk menyaksikan parade potongan si burung besi raksasa ini. Walaupun pihak Airbus lebih dominan bergerak pada malam hari, namun itu semua tidak menyurutkan anemo masyarakat Levignac untuk menyaksikan konvoi pengangkut ini.

Tua muda, laki-laki perempuan semuanya berhamburan ke jalan untuk menantikan konvoi Airbus A380. Kehadiran polisi yang mengawal iring-iringan tersebut menjadi penanda atraksi tersebut dimulai. Sebelum iring-iringan tersebut melintasi Levignac, pihak keamanan setempat akan menyisir jalanan agar laju konvoi tidak terhambat. Bahkan pihak yang berwajib tidak segan-segan untuk menggunakan  jasa mobil derek untuk memindahkan mobil-mobil yang terparkir di jalan yang hendak dilalui oleh konvoi komponen Airbus A380.

Baca Juga: Efisiensi Biaya Operasional Jadi Alasan Utama Anjloknya Permintaan Terhadap Airbus A380

Biasanya, dalam sekali konvoi, pihak Airbus menurunkan sekitar 53 kru, 31 kendaraan, dan 18 staf keamanan demi melancarkan proses pengiriman menuju Toulouse. Penempatan bagian-bagian Airbus A380 di atas truk pengangkut juga dilakukan dengan penuh pertimbangan sehingga tidak ada bagian yang cacat. Selain terkait kemungkinan cacat yang terjadi selama perjalanan menuju Toulouse, penataan tata letak komponen ini pun ditujukan agar tidak mengganggu aktifitas yang dilalui oleh konvoi ini.

Kalau Anda berkesempatan untuk mengunjungi desa ini, sempatkan diri untuk melihat konvoi ini ya!