Langgar Etika dan Kesopanan, Dua Warga Australia Ditolak Masuk Ke Indonesia

Jetstar (istimewa)

Dua orang penumpang yang menggunakan maskapai berbiaya rendah Jetstar dari Sydney menuju ke Denpasar, Bali ditolak masuk ke Indonesia. Tak hanya itu, keduanya juga dilarang melakukan perjalanan lainnya dengan semua penerbangan baik itu Jetstar maupun Qantas selama penyelidikan berlangsung.

Baca juga: Gara-Gara Salah Administrasi, Perempuan Ini Tak Bisa Masuk Inggris Selama 10 Tahun

KabarPenumpang.com melansir dari laman sbs.com.au (7/2/2018), diketahui bahwa dua penumpang yang berada dalam pesawat JQ37 Jetstar dari Sydney pada Senin (5/2/2018) malam bertindak agresif dan melemparkan perkataan yang melecehkan pada penumpang dan kru lainnya. Insiden ini direkam oleh penumpang lain dan di unggah pada media sosial, dimana seorang pria dan seorang wanita berteriak serta mendorong awak kabin selama penerbangan.

Dalam video tersebut juga melibatkan banyak penumpang dan awak kabin lainnya. Wanita tersebut sebelum mendorong awak kabin sempat berteriak, “Anda tahu apa, teman, keluarga Anda? Saya mencoba untuk meminta maaf, Anda melemparkannya kembali ke wajah saya.” Selain itu dalam video juga terdengar suara seorang pria yang berteriak, “turunkan dariku, apa yang kamu lakukan? Tinggalkan dia sendiri. Jangan sentuh aku. Tinggalkan dia sendiri!”

Penumpang lainnya yang mendengar dan menggambarkan insiden itu mengatakan kejadian tersebut adalah hal yang mengerikan. Atas insiden ini, kapten penerbangan menghubungi Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk meminta pihak kepolisian di Bali untuk bertemu dan mengamankan pasangan tersebut sesampainya di tujuan.

Sayangnya, setelah tiba keduanya tidak bisa menikmati Bali karena ditolak untuk masuk ke Indonesia sebelum dikirim kembali ke Australia. Juru bicara Jetstar mengatakan, pasangan ini telah dilarang dari semua penerbangan baik dengan Jetstar maupun Qantas selama penyelidikan.

Namun, larangan ini juga bisa diperpanjang seumur hidup. “Kami sudah pernah melakukan ini sebelumnya,” ujar juru bicara Jetstar. Tak hanya itu, kejadian penolakan di Bali terhadap warga Australia juga pernah terjadi pada WNA bernama Andrew Peter Stengouse pada 23 Juni 2017 lalu.

Baca juga: Meski Visa Sudah Ditangan, Bukan Jaminan Bisa Masuk Ke Amerika Serikat, Lho!

Lantaran identitas Andrew yang terdaftar sebagai pelaku kekerasan seks terhadap anak atau pedofil dan dikembalikan ke Australia. Saat itu Andrew diketahui menggunakan pesawat AirAsia QZ541 dari Darwin menuju Bali dan dikembalikan dengan penerbangan ke Perth pada hari yang sama.