Korea Selatan Minat Bangun Jaringan Kereta di Sumatera Utara

Sumber: youtube.com

Kabar menggembirakan datang dari provinsi Sumatera Utara, dimana sebuah perusahaan umum asal Korea, Korea Rail Network Authority (KRNA) secara terang-terangan menyatakan minatnya untuk melakukan investasi dengan membangun sistem transportasi kereta di provinsi yang terkenal dengan Danau Tobanya tersebut.

Baca Juga: Sumatera Utara Ternyata Punya 10 Bandara

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman thejakartapost.com (15/3/2018), manajer umum otoritas untuk divisi luar negeri KRNA, Park Dae-geun menyebutkan bahwa perusahaan tersebut tertarik untuk berinvestasi di provinsi Sumatera Utara setelah dirinya bertemu dengan sekretaris daerah (sekda), Ibnu S. Hutomo. Dirinya mengatakan bahwa provinsi tersebut membutuhkan sistem transportasi yang lebih baik dan cepat, mengingat pertumbuhan populasi dan ekonomi yang terhitung cepat.

“Pemerintah Sumatera Utara berkeinginan untuk mengembangkan jalur kereta api untuk menghubungkan Medan dari Pematang Siantar ke daerah resor Danau Toba di Bandara Parapat dan Silangit di Tapanuli Utara,” tutur Ibnu menyambut baik niatan dari pihak Korea tersebut. “PT KAI hanya menghubungkan Medan dan Pematang Siantar saja,” tandasnya.

Entah minatnya untuk mengadakan sarana transportasi di provinsi Sumatera Utara dilandaskan pada upaya untuk melebarkan sayap perusahaan atau bukan, namun seperti yang diketahui bersama, KRNA merupakan salah satu pengembang dari proyek pengadaan Light Rapid Transit (LRT) di Jakarta.

Lebih lanjut, Ibnu menandaskan bahwa menghadirkan moda transportasi yang andal merupakan prioritas pemerintah, terutama dalam upayanya untuk mengakomodasi wisatawan domestik dan mancanegara yang bertandang ke Tanah Batak.

Akhir tahun lalu, PT Angkasa Pura II menyelesaikan renovasi di Bandara Silangit sebagai salah satu upaya untuk menarik wisatawan dan mempromosikan Danau Toba sebagai destinasi wisata utamanya. Renovasi tersebut mencakup perpanjangan landasan pacu hingga 2.650m dari 2.400m, perluasan kapasitas apron dan terminal bandara dengan total investasi US$27,7 juta atau yang setara dengan Rp369 miliar.

Baca Juga: Mau ke Pulau Samosir? Ini Pilihan Rutenya

Apron baru ini dipercaya mampu menampung dua pesawat Boeing 737-500 dan empat pesawat Boeing 737-900 ER. Sementara terminal yang telah direnovasi akan mampu menampung penumpang hingga 1 juta orang, yang sebelumnya hanya mampu menampung 36.500 penumpang setiap tahunnya. Selain untuk tujuan wisata, Ibnu juga mengatakan pemerintah pun berencana akan membangun jalur kereta api yang menghubungkan beberapa daerah lain, seperti Binjai, Deli Serdang, dan Karo.