Kode Bandara Mudahkan Penumpang dan Pekerja Penerbangan

The American Mirror

Jakarta ada CGK, Hongkong ada HKG, apakah Anda tahu ini kode apa? Pasti sebagian dari Anda tahu ini adalah kode dari bandara-bandara di seluruh dunia. Tapi pernahkah Anda sadar darimana dan kenapa ada kode-kode bandara ini?

Dilansir dari skygod.com, International Air Transport Association (IATA) mengatakan dengan adanya kode ini untuk memudahkan pilot, pengendali udara, pramugari, agen perjalanan hingga penanganan bagasi. Awalnya tahun 1903 ketika Wright bersaudara mengudara pertama kalinya bandara adalah lapangan yang nyaman dengan angin yang kencang.

Namun, saat itu, Weather Service melakukan tabulasi data dari seluruh kota di dunia dengan menggunakan sistem indikasi dua huruf. Dulunya, penerbangan hanya menyalin sistem ini, tetapi tahun 1930an saat dunia penerbangan tiba-tiba meledak ke masyarakat, kota tanpa stasiun pengendali cuaca juga ikut di identifikasi untuk mendapatkan kode-kode terbaru yang sesuai.

Blog FASTRAVEL
Blog FASTRAVEL

Kemudian beberapa bagian dari pemerintahan melakukan brainstorming dan lahirlah sistem dengan tiga huruf untuk bandara-bandara ini. Biasanya tiga huruf ini bukanlah berasal dari nama bandara itu saja melainkan dari kota-kota tempat bandar berdiri atau dibangun. Contohnya seperti Bandara Soekarno-Hatta di Indonesia yang memiliki kode CGK, karena berada di daerah Cengkareng, BOM untuk bandara di Bombay, India atau Kualanamu (KNO) di Sumatera Utara.

Selain itu singkatan tiga huruf ini juga, terkadang tidaklah sesuai dengan yang harusnya menjadi singkatan seperti O’Hare di Chicago yang disingkat ORD. Namun, semakin pesatnya pertumbuhan dunia penerbangaan membuat singkatan tiga huruf tidaklah lagi cukup untuk mengidentifikasi sebuah bandara. Ada beberpa badara yang menggunakan kombinasi angka dan huruf sebanyak empat digit seperti 2NC3(Sky-5Helipad), biasanya dengan kombinasi ini digunakan untuk landasan milik militer atau landasan helikopter.

Adanya kode ini, sekarang pengidentifikasian yang semakin berkembang dengan kompleksitas yang tinggi, maka kode-kode ini digunakan dalam sistem pemesanan melalui komputer dan manajemen penerbangan. Saat ini tren terbarunya adalah teknologi pemberian label dengan kode bar yang dicetak laser untuk sistem bagasi otomatis.

Kode bandara ini biasanya tidak akan sama dengan kode booking atau kode pemesanan pada tiket pesawat. Namun, biasanya kode bandara tujuan berada di tiket dan boarding pass yang Anda punya untuk menaiki pesawat. Di Indonesia maupun di Internasional hampir semua bandara pasti memiliki kode tiga huruf ini, baik yang sesuai nama bandara ataupun nama kota tempat bandara itu berada.