KNKT: Kereta Api Paling Minim Alami Kecelakaan di 2017

Sumber: poskotanews.com

Dalam mengakhiri serangkaian investigasi yang terjadi selama tahun 2017 kemarin, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan forum pertemuan yang betajuk “Capaian Kinerja Investigasi Keselamatan Transportasi Tahun 2017”.

Baca juga: KNKT: Standar Karet Rem Indonesia Mengaju Pada Jerman

Selain memaparkan hasil investigasi kecelakaan multi-moda, acara yang dipimpin langsung oleh Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono ini merupakan bentuk tanggung jawab KNKT kepada masyarakat.

Berdasarkan pantauan langsung KabarPenumpang.com, acara yang diadakan di Aula KNKT, Kamis (18/1/2018) turut dihadiri oleh sejumlah Kasubkom terkait, seperti Kasubkom Penerbangan, Kasubkom LLAJ, Kasubkom Pelayaran, dan Kasubkom Perkeretaapian.

Dari keempat moda yang diinvestigasi oleh KNKT, Kereta Api menjadi moda yang paling sedikit mengalami kecelakaan selama tahun 2017, dengan jumlah 7 kasus. Dari 7 kasus tersebut, hanya ada satu kasus tabrakan dan enam lainnya merupakan kasus kereta anjlok.

Walaupun jumlah kasus kecelakaan kereta api yang terjadi pada tahun 2017 ini mengalami peningkatan sebanyak satu kasus, namun ini merupakan tahun kedua KNKT menginvestigasi kasus tanpa adanya korban jiwa maupun luka.

Sedangkan Kasubkom Penerbangan, Capt. Nurcahyo Utomo, Dip. TSI mengatakan ada satu kasus yang paling menonjol selama tahun 2017, dimana pesawat Batik Air PK-LBS bertabrakan dengan pesawat ATR 42-500 (PK-TNJ) milik maskapai Trans Nusa di Bandara Halim Perdanakusuma pada 4 April silam.

Baca juga: Kecelakaan Terus Berulang, Rekomendasi KNKT Sebagian Besar Tak Diindahkan

Menurut Capt Nurcahyo, tabrakan ini terjadi lantaran adanya miss communication, penyalahan aturan, hingga tata pencahayaan dan kondisi lingkungan yang tidak memadai.