KNKT Bocorkan Rahasia Pilih Bus Wisata Yang Berkeselamatan

Sebagai lembaga non struktural yang bertujuan untuk mewujudkan keselamatan transportasi, sudah menjadi satu kewajiban Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk memberikan beragam himbauannya terkait dengan misi dari lembaga yang berada dan bertanggungjawab kepada Presiden ini. Dalam acara bertajuk Forum Tematik Bakohumas yang diadakan pada Kamis (22/3/2018) di Hotel Orchardz Pangeran Jayakarta, pihak KNKT memaparkan beberapa tips untuk memilih bus wisata yang berkeselamatan.

Baca juga: KNKT – Standar Karet Rem Indonesia Mengaju Pada Jerman

Berdasarkan pantauan KabarPenumpang.com di lapangan, pihak KNKT membagi dua faktor yang dapat menunjang keselamatan tidak hanya ketika menggunakan bus wisata, pun kendaraan pribadi. Di sini, faktor kendaraan dan pengemudi memegang peranan penting dalam menunjang aspek keselamatan tersebut.

Pihak KNKT memaparkan bahwa sebelum memilih bus wisata, para penyewa bisa melakukan pengecekan terhadap kelaikan moda, mulai dari body kendaraan yang tidak keropos, kembang/tapak ban tidak dalam kondisi gundul, kaca depan yang tidak mengalami keretakan, hingga sistem lampu yang berfungsi dengan baik (lampu depan, rem, sein, mundur, dan lampu parkir).

Tidak hanya itu, dalam acara yang turut pula mengundang Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Bakohumas, Haryo Satmiko selaku Wakil Ketua KNKT pun menghimbau agar para calon penyewa bus wisata memperhatikan keberadaan dari instrumen penjunjang keselamatan, seperti kotak P3K, palu pemecah kaca, APAR, dan pintu darurat dalam bus yang hendak disewa tersebut. Tidak lupa, Haryo juga menambahkan bahwa sabuk pengaman (safety belt) harus berfungsi dengan baik. Maksudnya, ketika safety belt akan tersangkut ketika dihentakkan secara tiba-tiba.

Selain faktor kendaraan, kelaikan dari SDM-nya sendiri pun tidak boleh luput dari perhatian para penyewa. Mulai dari kehadiran pengemudi cadangan dan pembantu pengemudi yang menggunakan seragam resmi, hingga pengemudi dan pembantu pengemudi berada dalam kondisi sehat jasmani dan rohani.

Baca juga: Kecelakaan Terus Berulang, Rekomendasi KNKT Sebagian Besar Tak Diindahkan

Apabila penyewa menemukan kondisi-kondisi yang tidak lazim selama berkendara, seperti pengemudi memainkan ponsel selama berkendara, pengemudi enggan bertukar posisi dengan pengemudi cadangan setelah berkendara lebih dari 4 jam, hingga pengemudi yang beristirahat di dalam kendaraan, pihak penyewa berhak melaporkan temuan tersebut kepada pihak PO bus terkait.