Kereta Pustaka Indonesia – Cerdaskan Bangsa di Usianya yang Senja

sumber: wikipedia

Selain namanya yang sarat akan nuansa kesusastraan, ternyata fungsinya pun sejalan dengan pemberian nama Kereta Pustaka Indonesia. Mungkin sebagian dari Anda belum mengetahui bahwa PT KAI memiliki kereta yang ‘ditugaskan’ bukan untuk mengangkut penumpang, melainkan mencerdaskan rakyat Indonesia. Sebagai permulaan, Kereta Pustaka Indonesia merupakan sebuah gerbong barang yang lantas disulap menjadi sebuah perpustakaan dan museum.

Baca Juga: Dipandang Tak Manusiawi, Kereta Sapu Jagad Kini Tinggal Kenangan

Pada tahun 1980, gerbong barang dengan nomor seri B 0 80 01 ini memulai pengabdiannya pertama kali dengan segala kelebihan yang dimilikinya, seperti memiliki daya angkut yang besar, efisien, dan juga ramah lingkungan. Dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai literatur, sebelum dioperasikan sebagai gerbong barang, ternyata Kereta Pustaka Indonesia ini terlebih dahulu dikenal sebagai Kereta Rel Diesel MCW (KRD MCW) yang sangat identik dengan tutup semboyannya yang menyerupai dasi kupu-kupu.

KRD MCW. Sumber: wikipedia

31 tahun pasca pengabdiannya sebagai gerbong barang, akhirnya PT KAI memiliki rencana lain, yaitu mentranformasikannya menjadi sebuah kereta perpustakaan dan pusat informasi tentang sejarah kereta api di Indonesia. Akhirnya pada 22 Juni 2011, PT KAI mulai mengobrak-abrik gerbong barang ini di Balai Yasa Manggarai. Tidak sampai sebulan setelah masuk ke ‘bengkel’, kereta ini sudah selesai didandani dengan tampilan yang memikat mata.

Dengan mengambil warna dasar putih, bagian luar Kereta Pustaka Indonesia ini dihiasi oleh lima gambar stasiun cagar budaya yang ada di DKI Jakarta, yaitu Stasiun Tanjung Priok, Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Manggarai, Stasiun Pasar Senen, dan Stasiun Jatinegara. Tidak hanya itu, bangunan bersejarah lain yang berkaitan dengan pengoperasian kereta api di Indonesia pun turut digambar pada sisi lain kereta ini, seperti Lawang Sewu, Kantor SCS Tegal, Stasiun Kediri, Stasiun Cilacap hingga Stasiun Cirebon.

Interior Kereta Pustaka Indonesia. Sumber: wikipedia

Menilik interiornya, kendati namanya Kereta Pustaka Indonesia, kereta ini tidak melulu berisikan buku-buku atau literatur lain yang berkaitan dengan kereta, namun dalam gerbong yang disulap menjadi perpustakaan lesehan ini, para pengujung juga dapat menikmati pemutaran film, permainan yang bernuansa kereta api, juga pajangan foto bersejarah lengkap dengan informasinya. Sangat informatif!

Baca Juga: Kereta Api Langsam, Punya Sebutan ‘Distributor’ Pupuk Hingga Go Green

Setelah melanglang buana sebagai KRD MCW dan gerbong barang B 0 80 01, kini Kereta Pustaka Indonesia tengah menikmati masa pensiunnya dari dunia perkeretaapian di Museum Kereta Api Ambarawa. Agar terlihat serasi, pihak museum menyandingkan Kereta Pustaka Indonesia ini dengan Lokomotif CC 200 15 dalam satu rel. Tiada tujuan lain dari penyandingan ini, selain sebagai sarana edukasi perkeretaapian Indonesia.