Kawasaki Shōzō – Sang Pendiri Kawasaki Ltd Yang Wafat di Hari Ulang Tahunnya

Sumber: istimewa

Para pecinta dunia otomotif tentu sudah akrab dengan yang namanya Kawasaki, salah satu manufaktur sepeda motor asal Jepang yang terkenal dengan produk Ninja-nya. Di dalam negeri sendiri, motor Kawasaki Ninja merupakan salah satu sepeda motor yang diminati oleh banyak kalangan, walaupun harga jualnya selangit. Bagi sebagian orang, merupakan satu kebanggan tersendiri jika mampu menunggangi Kawasaki Ninja untuk berkendara keliling kota.

Baca Juga: Michio Suzuki – Bermula dari Mesin Tenun Hingga Digdaya di Pasar Otomotif Dunia

Tingginya popularitas Kawasaki Ninja di Tanah Air seolah sulit untuk dipatahkan, namun ada beberapa fakta yang terlupakan dari manufaktur sepeda motor ini, diantaranya adalah perusahaan ini juga bergerak di bidang heavy equipment dan aerospace. Tapi, kali ini kita tidak akan membahas soal perusahaan ini, melainkan pendiri dari manufaktur raksasa ini.

Adalah Kawasaki Shōzō, pria kelahiran 2 Desember 1837 ini merupakan otak dibalik hadirnya Kawasaki Heavy Industries, Ltd. Lahir di Daikoku, Satsuma domain, Jepang, Kawasaki tidaklah lahir dari keluarga yang berada. Orang tua Kawasaki hanyalah berprofesi sebagai penjual baju khas Jepang, Kimono. Di usianya yang menginjak 15 tahun, Kawasaki harus merelakan kepergian sang ayah untuk selama-lamanya.

Momen tersebut menjadi pelecut bagi Kawasaki untuk menggantikan peran tulang punggung keluarga yang dulu diemban mendiang ayahnya. Dua tahun selepas kepergian ayahnya menghadap Ilahi, Kawasaki memutuskan untuk hijrah ke Nagasaki untuk mengadu nasib menjadi seorang pedagang di pelabuhan. Nagasaki dipilih Kawasaki karena di sanalah satu-satunya tempat dimana ia bisa terhubung dengan orang Barat secara langsung.

Ketika Kawasaki berumur 27 tahun, ia memutuskan untuk  membuka toko sendiri di daerah Osaka. Namun, Dewi Fortuna tidak berpihak padanya karena bisnisnya dideru banyak masalah, seperti masalah pada kapal pengangkut barang dagangannya, hingga kehilangan kargo selama barang dagangannya berlayar.

Tapi kejadian tersebut tidak mematahkan semangat Kawasaki. Ia lalu berkelana kembali menuju Tokyo dan sempat dipekerjakan oleh Menteri Keuangan untuk menyelidiki rute laut ke Ryûkyû, dan kemungkinan perdagangan gula Ryukyuan pada tahun 1873. Berkat kinerjanya yang gemilang, Kawasaki lalu dipromosikan menjadi wakil presiden Japan Mail & Steamship Company beberapa tahun berselang.

Kawasaki Dockyard. Sumber: global.kawasaki.com

Karirnya yang mulai menanjak tidak membuat Kawasaki berkepala besar. Ia tetap mencari ilmu mengenai dunia perkapalan dari siapapun, termasuk mempelajari teknologi pembuatan kapal bergaya Eropa dan Amerika. Di sini, ia percaya bahwa kapal-kapal buatan Eropa dan Amerika memiliki tingkat kestabilan dan kecepatan yang jauh di atas kapal buatan Jepang.

Singkat cerita, Kawasaki yang namanya mulai harum mendapat tawaran kerja sama dari Wakil Menteri Keuangan pada tahun 1876, Matsukata Masayoshi untuk mendirikan Kawasaki Tsukiji Shipyard di tanah pinjaman dari pemerintah di samping Sungai Sumida-gawa, Tsukiji Minami-Iizaka-chō. Kebetulan, Matsukata berasal dari provinsi yang sama dengan Kawasaki.

Baca Juga: Iwasaki Yataro – Titisan Keluarga Samurai Yang Sukses Mendirikan Mitsubishi

Dilansir KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, pengalamannya di bidang perkapalan membuatnya percaya diri untuk membangun perusahaan sendiri. Alhasil pada 1887, ia mendirikan perusahaannya sendiri yang bernama Kawasaki Shipbuilding Corporation, yang bermarkas di Kobe.

Entah apa yang melatarbelakangi Kawasaki untuk mengakhiri masa jabatannya di perusahaan besotannya itu. Hingga sembilan tahun berselang, tepatnya  pada 1896, Kawasaki menyerahkan jabatan tertinggi di perusahaan tersebut kepada Matsukata Kôjirô, anak ketiga dari Matsukata Masayoshi.

Sayangnya, Kawasaki tidak bisa melihat perusahaan yang didirikannya  itu berkembang menjadi perusahaan yang mencakup banyak aspek karena tepat di hari ulang tahunnya  yang ke-75, Kawasaki menutup lembar perjalanan hidupnya untuk selama-lamanya.