IRiS, Robot Ini Punya Tugas Inspeksi Kondisi Jaringan Rel

IRiS (Central Penn Business Journal)

Banyak hal yang harus dilakukan untuk menjamin keselamatan dalam sistem layanan kereta api, salah satu yang terpenting adalah kondisi rel. Untuk yang satu ini jelas diperlukan inspeksi langsung secara berkala, dan bukan perkara mudah mengingat panjang rel yang mencapai ratusan kilometer. Nah, untuk memudahkan tugas inspeksi yang biasanya dilakukan secara manual, Laboratorium Fisika Terapan atau Applied Physics Laboratory dari Universitas Johns Hopkins baru-baru ini merilis robot pemantau kondisi rel.

Baca juga: Antisipasi Gangguan Kabut Saat Musim Dingin, Ini Yang Disiapkan Perkeretaapian India!

KabarPenumpang.com melansir dari laman smartrailworld.com, Jim Resio Direktur Teknologi Protran Harsco Rail selaku pelaksana proyek ini mengatakan, keselamatan di rel bergantung pada akses pemantauan kondisi di lapangan dan pihaknya selalu melakukakan evaluasi dan perlindungan reguler sepanjang jalur kereta api.

“Dengan sistem yang disebut Instrumented Rail inspection System (IRiS), inspeksi keamanan dan tanggap kerja dapat dilakukan secara responsif dapat dilakukan secara robotik. Dengan solusi ini hampir tidak ada risiko cedera atau kematian manusia,” kata Jim.

IRiS dilengkapi dengan inframerah dan kemampuan video, IRiS dapat dioperasikan secara jarak jauh dari stasiun induk portabel yang menyediakan antarmuka tunggal untuk mengendalikan kendaraan dan meninjau telemetri. Unit ini sendiri sebenarnya dirancang untuk mengakomodasikan berbagai sensor opsional yang dapat memperluas kemampuannya dalam memasukkan deteksi kimia, radiasi atau optik.

Tak hanya itu, IRiS juga mampu menjadi solusi ideal untuk masuk dalam aktivitas yang sifatnya darurat seperti penanggulangan ancaman bom, kebakaran hingga bencana alam. Selain itu, tidak seperti inspeksi berskala konvensionl, IRiS juga dapat dipasang atau diturunkan di jalur tujuan dalam hitungan menit, dan dapat mengurangi dampak pada layanan kereta api terjadwal.

IRiS adalah hasil dari upaya pengembangan teknologi yang ekstensif, yang didanai oleh Administrasi Keamanan Transportasi, dan dibentuk oleh umpan balik dari pemangku kepentingan transit. Pengembangan dua tahun tersebut mencakup beberapa uji coba langsung dalam sistem metro transit untuk menunjukkan kemampuan IRIS beroperasi secara efektif baik di atas tanah maupun di bawah tanah.

Baca juga: Antisipasi Bencana Alam, Tiga Operator Shinkansen Gunakan Sistem Keselamatan Baru!

Di bawah kesepakatannya dengan Laboratorium Fisika Terapan, pihak Protran akan membuat platform IRiS tersedia secara komersial di seluruh jaringan kereta api dan pengguna transit kota Harsco, serta pasar berdekatan yang potensial seperti transportasi dan industri pertambangan, di mana akses yang serupa juga dibutuhkan untuk pengamatan dan respon pada insiden.