Meski telah menyebutkan tidak akan mendatangkan pesawat baru pada tahun 2018, maskapai Garuda Indonesia di penghujung tahun ini kedatangan pesawat anyar. Tak lain adalah Boeing 737 MAX 8 yang telah dipesan pada tahun 2014 lalu. Berdasarkan informasi dari Boeing.com, maskapai plat merah ini telah memesan 50 unit Boeing 737 MAX 8 pada tahun 2014.
Baca juga: Airbus A320Neo – Tawarkan Kabin Lebih Senyap, Inilah Pesawat Terbaru Citilink
Dari informasi yang dihimpun, Boeing 737 MAX 8 perdana Garuda Indonesia diterbangkan ke Indonesia melalui rute Seattle-Tacoma, Washington-Honolulu, Hawai-Kepulauan Marshall, Majuro-Bandara Frans Kaisiepo, Biak. B737 Max 8 kemudian melanjutkan penerbangan ke Bandara Juanda di Surabaya untuk menjalani sertifikasi PBN.
Nah, seperti apakah kemampuan Boeing 737 MAX? Pesawat narrow body yang sebelumnya telah dioperasikan Lion Air dan Batik Air. Boeing 737 MAX 8 dirancang sebagai pesawat yang efisien bahan bakar dan nyaman bagi penumpang dengan suasana kabin yang lebih senyap. Bahan bakar 737 MAX juga diklaim lebih hemat 20 persen dibanding generasi 737 saat ini (737 NG). Boeing 737 MAX 8 meningkatkan kemampuan varian Boeing 737 Next Generation (NG) dengan daya jelajah terbang 340-570 mil laut lebih jauh, menjadi 3.500 mil laut (6.500 km).
Dari segi aerodinamika, Boeing 737 MAX 8 mengusung desain winglet terbaru, yang dijuluki Scimitar Winglet. Ujung sayap B737 MAX 8 terlihat seperti dibelah menjadi dua, satu menjulur ke atas dan satu ke bawah. Inilah ciri utama varian B737 MAX. Winglet di ujung sayap berguna untuk memecah turbulensi udara yang terjadi di ujung sayap, saat pesawat berjalan dalam kecepatan tinggi. Turbulensi yang dihasilkan itu menghasilkan drag (daya hambat). Karena menghambat laju pesawat, maka mesin membutuhkan tenaga lebih, yang ujung-ujungnya drag ini membuat konsumsi bahan bakar boros. Dengan winglet tambahan di ujung sayap, turbulensi udara di ujung sayap tadi bisa dipecah.
Baca juga: Kebanjiran Pesanan, Boeing 737 MAX Toreh Sejarah Penjualan Pesawat Tercepat di Dunia
Pasokan tenaga Boeing 737 MAX 8 menggunakan mesin jenis terbaru, CFM LEAP 1B. Desain mesin ini diklaim lebih senyap dibanding generasi mesin sebelumnya, yakni CFM56. Operating cost-nya juga diklaim 7 persen lebih hemat dibanding mesin CFM56 yang dipakai varian Boeing 737 NG. Untuk membuat kabin menjadi lebih senyap, polusi suara (noise) yang dihasilkan oleh mesin CFM LEAP-1B juga sudah diturunkan. Caranya, Boeing membuat desain penutup mesin bergerigi di bagian belakangnya.
Hingga akhir 2015 lalu, Boeing mengklaim telah menerima 3.000 pesanan 737 MAX dari berbagai konsumennya di seluruh dunia. Garuda Indonesia memesan B737 Max 8 sebanyak 50 unit dengan harga pada tahun itu senilai 4,9 miliar dolar AS.