Kandungan Gas dalam Usus Meningkat, Inilah Pangkal Fenomena ‘Kentut’ Selama Penerbangan

Sumber: express.co.uk

Tidak bisa dipungkiri pesawat memang menawarkan kemudahan bagi para penumpangnya yang hendak melakukan mobilitas, terutama jarak jauh. Nah, bagi Anda yang sudah pernah melakukan penerbangan jarak menengah – jauh, tentu kebanyakan dari Anda pernah merasakan mual, kembung, dan perasaan ingin buang angin, bukan? Tenang, fenomena ini wajar terjadi dan bukanlah suatu hal yang baru di dunia aviasi global.

Baca Juga: Berakibat Buruk Saat Penerbangan, 14 Poin Ini Kerap Dianggap Sepele

Dihimpun KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, kandungan gas yang ada di dalam usus Anda akan terus mengalami peningkatan higga kurang lebih 30 persen ketika pesawat mulai menyentuh ketinggian yang cukup ekstrem. Adalah Paul Auerbach dan York E. Miller yang pada tahun 1981 silam menemukan istilah High Altitude Flatus Expulsion (HAFE) dengan definisi seperti yang sudah dijabarkan di atas.

Secara garis besar, kandungan gas yang ada di dalam tubuh manusia akan meningkat seiring dengan perbedaan tekanan udara. “Tekanan udara di dalam pesawat berbeda dengan daratan,” tutur seorang dokter dari New York City bernama Dr. Scott Kalish. “Pada sebagian orang, ini (tekanan udara) bisa memengaruhi tubuh mereka untuk menghasilkan lebih banyak gas,” tandasnya.

Contoh sederhana yang dapat membuktikan eksistensi dari teori di atas adalah dengan cara membawa botol minum kemasan plastik ke dalam kabin. Tenggaklah terlebih dahulu minuman di dalamnya hingga kurang lebih setengah, dan bawa ke dalam kabin. Sesampainya di tujuan, coba perhatikan botol tersebut, tentu akan mengempis dan ketika dibuka akan keluar udara.

Gambaran yang bisa dibilang hampir serupa dengan apa yang terjadi dengan tubuh kita. Perbedaan tekanan udarlaah yang akhirnya memaksa tubuh kita untuk menghasilkan gas lebih banyak ketimbang biasanya.

Baca Juga: Terbang Nonstop Lebih dari 16 Jam, Ini Yang Mungkin Terjadi Pada Anda

Meningat satu-satunya jalan untuk menghilangkan gejala ini adalah dengan cara buang gas, sayangnya hal tersebut berbenturan dengan norma kesopanan. Namun, dikutip dari New Zealand Medical Journal, para ahli berpendapat bahwa semakin tinggi pesawat mengudara, maka semakin penuh pula kandungan gas di lambung Anda. Maka dari itu, lepaskan saja.

Perkara ‘wewangian’ yang ditimbulkan, tentu lain soal. Semisal bangku yang Anda duduki sudah dilengkapi dengan karbon aktif, maka Anda tidak perlu ragu wanginya akan menyebar menghiasi ruang kabin. Yang paling penting adalah kesehatan Anda sendiri.