IATA: LCC Berkibar, ASEAN Bakal Jadi Kawasan Pertumbuhan Penerbangan Tercepat

AirAsia

Dalam sepuluh tahun terakhir, kawasan Asia Tenggara (AAXJ) (ASEA) seakan menjadi saksi meledaknya permintaan penerbangan menggunakan industri Low Cost Carrier (LCC) yang berimbas pada lonjakan permintaan oleh para penumpang yang hendak melancong. International Air Transport Association (IATA) memperkirakan Asia Tenggara akan menjadi kawasan dengan pertumbuhan penerbangan tercepat, ditandai dengan meningkatnya pendapatan per penumpang sekitar 10,4 persen di tahun 2017 ini. Hal ini didasari oleh meningkatnya pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.

Baca Juga: Low Cost Carrier, Ubah Peta Pasar Penerbangan Dunia

Meningkatnya pendapatan per kapita dan keterjangkauan perjalanan udara yang dikombinasikan dengan menjamurnya maskapai yang menyediakan penerbangan murah telah menjadi kunci pertumbuhan lalu lintas udara di pasar negara berkembang seperti Asia. Diperkirakan, pada tahun 2036 kelak, Asia akan menjadi pasar penerbangan terbesar di dunia karena pertumbuhan ini akan terus berlanjut dengan di Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 5,7 persen. Angka tersebut lebih tinggi dari tingkat pertumbuhan rata-rata dunia, yaitu sebesar 4,7 persen. Pertumbuhan juga diperkirakan akan terus bertambah dari segi kapasitas penyedia jasa layanan penerbangan di Asia Tenggara pada tahun 2017 ini.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman frontera.net (30/8/2017), kenaikan jumlah penumpang di Malaysia, Singapura dan Thailand mencatat angka pertumbuhan yang menggembirakan di paruh pertama tahun 2017. Sedangkan Thailand dan Indonesia muncul sebagai destinasi penerbangan yang paling menonjol diantara semua kawasan di Asia Tenggara, khususnya dari kawasan Cina. Pada tahun 2016, Indonesia tercatat meraih kurang lebih 96,5 juta penumpang udara, sementara Thailand memiliki sekitar 60,5 juta penumpang.

Sebuah survei yang baru-baru ini dilakukan oleh Financial Times mengindikasikan adanya peningkatan permintaan penerbangan di Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand dan Vietnam dalam 12 bulan ke depan. Meningkatnya permintaan penerbangan di kawasan ASEAN tersebut berkorelasi langsung dengan rencana ekspansi kapasitas penerbangan oleh beberapa maskapai besar.

Baca Juga: Bisnis LCC Tak Selalu Mulus, Kasus Air Berlin Menjadi Contoh

Beberapa maskapai LCC berencana untuk memperluas kapasitas penerbangan mereka dengan sangat agresif. Sebut saja Malaysia Air yang akan menambah 29 armada baru sebagai salah satu cara untuk merealisasikan target mereka, yaitu menerbangkan 323 pesawat pada tahun 2021 mendatang. Sementara itu, AirAsia tercatat mengoperasikan 174 armada pada tahun 2016 silam.

Adapun imbas dari meningkatnya permintaan pasar terhadap maskapai LCC ini dirasakan langsung oleh maskapai layanan “tradisional” yang menyajikan full service seperti Singapore Airlines dan Thai Airways yang mulai goyah dalam persaingan. Kedua perusahaan tersebut diketahui saat ini kehilangan pangsa pasar di kawasan ASEAN dan tengah merumuskan strategi untuk menyesuaikan kembali biaya pengoperasiannya.