I-SAW-U, Teknologi Anti Blind Spot Pada Angkutan Bus

Sumber: channelnewsasia.com

Masalah ruang gelap atau yang akrab disebut blind spot memang terkadang membuat seorang pengemudi merasa kagok untuk menyusul kendaraan yang berada di depannya. Ya,ruang yang tidak terlihat di kaca spion ini kerap menjadi salah satu faktor kecelakaan lalu lintas di berbagai belahan dunia. Sudut terluar dari kaca spion merupakan ancaman blond spot paling lumrah yang ditemukan dari berbagai kasus kecelakaan. Selain itu, tiang penyangga kaca depan pun kerap kali masuk ke dalam celah blind spot.

Baca Juga: Bus Singapura Gunakan Aroma Terapi Sebagai Tanda

Guna mengatasi permasalahan semacam ini, sebanyak 20 bus akan menjalani uji coba selama enam bulan guna mengetes keandalan dari sistem peringatan blind spot. Dikutip KabarPenumpang.com dari laman channelnewsasia.com, Land Transport Authority (LTA) Singapura mengatakan bahwa pengujian inovasi ini dimulai per tanggal 16 April kemarin.

Sistem peringatan blind spot ini sendiri dikembangkan oleh Singapore Technologies Kinetics, dimana sistem ini akan memberikan sinyal kepada pengemudi semisal ada pejalan kaki, pengendara sepeda, atau pengguna jalan lain yang mendekat dan tidak terlihat oleh si pengemudi melalui kaca spion.

Go-Ahead Singapore, SBS Transit, SMRT Corporation, dan Tower Transit Singapore merupakan empat operator bus yang menjajal teknologi ini terlebih dahulu sebelum peluncuran resmi. Ada pun komposisi dari uji coba ini terdiri dari 10 bus tingkat dan sisanya merupakan bus konvensional.

Sistem yang dikenal dengan nama Integrated Smart Advanced Warning Unit (I-SAW-U) ini sendiri terdiri dari empat kamera dan enam sensor yang dipasang di beberapa sudut bus, seperti bagian depan, belakang, dan di atas bus. Ketika sensor tersebut berhasil menangkap obstacle, maka alarm yang terpasang di kabin pengemudi akan berbunyi dan menampilkannya secara visual. Cara kerja yang hampir mirip dengan sensor mundur pada kendaraan-kendaraan modern dewasa ini.

Sumber: channelnewsasia.com

Sensor pengingat ini sendiri memiliki dua tingkat, kuning dan merah. Sensor kuning akan menyala jika ada kendaraan yang berjarak satu meter dari tubuh bus, sedangkan sensor akan menjadi merah semisal ada kendaraan yang berjarak 0,5 hingga 0,8m dari bus.

Insinyur Utama Singapore Technologies Kinetics, Mr Lewis Tan mengatakan bahwa sistem ini memungkinkan para pengemudi untuk lebih awas terhadap lingkungan sekitar. “Dapat mencegah terjadinya kecelakaan,” tutur Mr Lewis. “Kami ingin mewujudkan kesadaran situasional yang lebih baik di sekitar kendaraan. Dengan begitu, kami telah berperan serta dalam meningkatkan keselamatan pengemudi dan penumpang,” tandasnya.

Ia melanjutkan bahwa sudah ada 40 tenaga pengemudi yang dilatih menggunakan I-SAW-U, salah satunya adalah Azman Tumin. Pengemudi layanan Go-Ahead Singapore ini mengatakan bahwa sistem baru yang tengah ia pelajari ini tidaklah terlalu sulit untuk dioperasikan.

Baca Juga: Ini Dia! Beberapa Rambu Lalu Lintas Yang Aneh di Singapura

“Sangat mudah untuk menggunakan peralatan (I-SAW-U) dan itu akan membantu kami memastikan keamanan mengemudi kami. Ini mengingatkan kita tentang berbagai rintangan yang dapat kita hadapi ketika di jalan, ”katanya.

Kendati masih belum turunnya putusan dari pihak berwenang akan penggunaan teknologi ini, namun Mr Lewis berjanji untuk terus melakukan pengembangan sembari mengumpulkan data-data tidak valid yang timnya temukan selama masa uji coba tersebut.