GoJek Rambah Empat Negara di Asia Tenggara

Gojek ekspansi ke empat negara Asia Tenggara

Sebagai platform besutan anak Indonesia, GoJek kini membentangkan sayap bisnisnya ke tempat baru. Kabar rencana ekspansi ke sejumlah negara di Asia Tenggara dalam waktu dekat akhirnya akan segera terwujud di 2018 ini.

Baca juga: MRT Jakarta Gandeng GoJek Kembangkan Bisnis dan Mobile Payment via Aplikasi

Ada beberapa negara yang menjadi tujuan GoJek yakni dengan memiliki populasi penduduk yang cukup besar. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber bahwa ternyata ada empat negara yakni Singapura, Vietnam, Filipina dan Thailand.

Total yang digelontorkan GoJek untuk ekspansi internasional ini US$500 juta atau sekitar Rp7,1 triliun. Ekspansi yang dilakukan GoJek ini sendiri sudah dilakukan dengan perencanaan dan riset pasar yang mendalam selama berbulan-bulan.

Hal ini sejalan dengan penggalangan investasi GoJek yang mendapat suntikan dana dari Astra Internasional, Google, Tencent, JD.com, Mituan dan beberapa perusahaan besar lainnya. Rencananya ekspasi ke empat negara ini akan dilaksanakan dalam beberapa bulan kedepan.

“Konsumen paling puas dan senang saat mereka punya lebih banyak pilihan. Saat ini, masyarakat di Vietnam, Thailand, Singapura dan Filipina merasa bahwa mereka tidak memiliki cukup pilihan atas layanan transportasi ride-hailing,” jelas CEO dan Founder GoJek Nadiem Makarim.

Nadiem menambahkan, tujuan berkespansi adalah untuk berkolaborasi dengan negara-negara tersebut dan pemerintahnya untuk memanfaatkan teknologi yang dikembangkan GoJek. Dia mengatakan, ini bisa memberikan dampak luas bagi semua kalangan baik konsumen yang menginginkan layanan cepat dan kompetitif maupun mitra pengemudi yang mencari penghasilan tambahan.

Tak hanya itu, Nadiem juga mengatakan pihaknya akan bermitra dengan perusahaan lokal guna memastikan operasional usaha dapat berjalan dengan baik dan maksimal.

“Kami di GoJek percaya, cara terbaik dalam melakukan ekspansi internasional adalah bermitra dengan tim lokal yang bertalenta, punya visi yang sama dengan kami, serta memahami cara terbaik untuk melayani kebutuhan negara mereka. Peranan GoJek adalah sebagai penasihat, berbagi pengalaman kami dalam hal operasional serta pengembangan bisnis. Sehingga, mereka dapat menciptakan dampak positif yang GoJek ciptakan, dengan cara-cara terbaik dan sesuai dengan karakter dan kebutuhan negara mereka,” jelas Nadiem.

Baca juga: Setelah Rp16 Triliun dari Google, GoJek Kembali Dapat Kucuran Rp2 Triliun dari PT Astra Internasional

Gojek sendiri memiliki banyak layanan fitur dalam aplikasinya, namun yang akan digunakan adalah layanan transportasi atau ride-hailing yang merujuk pada layanan GoRide dan GoCar. Presiden GoJek Indonesia, Andre Soelistyo menambahkan, pihaknya akan menyesuaikan kebutuhan pasar negara-negara tersebut apakah langsung meluncurkan GoRide dan GoCar secara langsung atau tidak. Hal ini dikarenakan pihak GoJek masih melakukan diskusi dengan tim lokal mereka di masing-masing negara.