Gelontorkan Dana Rp13,9 Triliun, Petinggi Toyota Masuk Jajaran Direksi Grab

(VOA Indonesia)

Produsen mobil Jepang, Toyota Motor baru-baru ini menggelontorkan dana US$1 miliar atau setara dengan Rp13,9 triliun kepada perusahaan transportasi berbasis aplikasi asal Malaysia, Grab. Kerja sama ini memulai tahap awalnya pada Agustus 2017 lalu melalui Toyota Tsuho Corp.

Baca juga: Setelah Rp16 Triliun dari Google, GoJek Kembali Dapat Kucuran Rp2 Triliun dari PT Astra Internasional

Dengan adanya suntikan dana tersebut, Grab tak hanya mengincar pangsa penjualan mobil tetapi juga memaksimalkan data pengemudi yang dikumpulkan melalui teknologi perekam TransLog. Sistem ini sendiri telah dipasangkan di 100 mobil rental milik Grab.

Tak hanya itu, data yang dikumpulkan KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, investasi yang diberikan Toyota tersebut juga akan mengarah ke layanan pengiriman makanan (GrabFood) dan pembayaran digital (GrabPay). Juru bicara Grab mengatakan, dana ini juga akan digunakan untuk mengembangkan kapasitas Financial Grab seperti pembayaran mobile, pembiayaan mikro dan asuransi serta mendongkrak ekaspansi GrabFood di Asia Tenggara.

“Grab sudah menjadi aplikasi yang diandalkan masyarakat, dan semakin banyak pengguna juga menggunakan Grab sebagai e-wallet mereka untuk melakukan pembayaran, atau untuk membeli makanan dan layanan pengiriman paket,” ujar juru bicara tersebut.

Grab juga berharap, pengguna bisa menggunakan aplikasi untuk layanan sehari-hari seperti pembayaran tagihan hingga pembelanjaan online. Layanan ride sharing ini sendiri memiliki tujuan menjadi satu platform mobilitas untuk segala kebutuhan bagi pengguna.

Adanya investasi dari Toyota sendiri, diketahui nilai perusahaan Grab bisa mencapai lebih dari US$10 miliar. Pihak Toyota sendiri akan menempatkan satu eksekutifnya di jajaran direksi Grab dan anggota khusus untuk tim Toyota juga akan diperbantukan sebagai pejabat eksekutif.

Presiden Grab, Ming Maa mengatakan, dengan kolaborasi ini pihaknya berencana membuat pola kerja yang efisien dalam akses mobilitas di kota besar di Asia Tenggara dan pendapatan mitra pengemudi berpotensi meningkat. Sedangkan Toyota mengaku dengan adanya kolaborasi inin, pihaknya berharap bisa mendapatkan konektifitas untuk penyewaan armada mobil Grab di seluruh Asia Tenggara.

Baca juga: Grab Bermitra dengan Cargo, Hadirkan ‘Kotak Penjual’ Kebutuhan Penumpang

“Kedepannya, bersama dengan Grab, kami akan mengembangkan layanan-layanan yang lebih menarik, aman dan nyaman untuk pelanggan kami di Asia,” kata eksekutif Toyota Shigeki Tomoyama.

Diketahui, sebelum Toyota berkolaborasi dengan Grab, PT Astra Internasional telah mengelontorkan dana sebesar Rp2 triliun ke GoJek Indonesia.