Gara-Gara Takut Tertinggal Kereta, Pria Ini Laporkan Adanya Bom

ilustrsi bom

Bom bukanlah hal untuk di permainkan, apalagi ketika itu menyangkut nyawa orang banyak. Ini bisa membuat kepanikan luar biasa bahkan kengerian tersendiri bagi orang-orang disekitarnya. Tapi bagaimana bila ancaman bom itu palsu dan hanya untuk membuat sesorang tidak terlambat saat naik kereta?

Baca juga: Akibat Ancaman Bom, Lion Air JT120 Alami Delay Selama Dua Jam

Dikutip KabarPenumpang.com dari Times of India, penumpang kereta Rajdhani Express di India dengan tujuan Kolkata dilanda kepanikan setelah pihak berwajib menerima laporan adanya bom. Kabar bom tersebut didapatkan setelah kereta baru meninggalkan stasiun New Delhi.

Akibatnya masinis langsung menghentikan kereta di Ghaziabad dan pihak kepolisian yang diterjunkan langsung menyisir kereta selama dua jam namun tidak menemukan adanya bom. Kemudian pihak kepolisian menyelidiki telepon yang melaporkan adanya bom tersebut dan petunjuk mengarah pada Supriyo Mukherjee (43 tahun) yang akhirnya digelandang ke kantor polisi untuk di interogasi.

Ternyata alasannya untuk mengatakan bom karena saat itu Mukherjee diketahui baru kembali dari Patiala bersama istrinya dan harus berangkat ke Rajdhani dari Delhi. Dikarenakan dirinya mampir ke apotek, Mukherjee tertinggal kereta api dan menghubungi ruang kendali di stasiun dengan mengatakan ada bom yang sebenarnya hanya bualan alias tidak ada.

“Dia menyebar hoax bom itu agar bisa tiba di stasiun Ghaziabad untuk naik kereta. Kami sebelum mengamankan pelaku sudah melakukan pemeriksaan di kereta dengan tim anti teror bom dan anjing pelacak,” ujar petugas kepolisian stasiun kereta Parvaiz Ahmed.

Setelah beberapa jam dilakukan pengamanan, polisi memasktikan kabar bom yang ada di dalam kereta merupakan hoax dan kereta kembali melaju pukul 19.05 waktu setempat. Sebelum mengamankan Mukherjee, polisi sempat mencurigai seorang penumpang di stasiun kereta Ghaziabad, tapi kemudian segera melepasnya karena menangkap pelaku yang asli.

“Kami interogasi dia, ternyata pria tersebut bukanlah penyebar hoax,” ujar kepala polisi stasiun kereta, Rupesh Singh.

Baca juga: TSA Kembangkan Alat Pendeteksi Bom di Stasiun Kereta Bawah Tanah New York

Hal ini beberapa waktu lalu juga terjadi di Indonesia, dimana salah satu maskapai penerbangan yakni Lion Air mendapat ancaman bom berkali-kali dalam jangka waktu tidak jauh. Hal ini bahkan membuat keterlambatan penerbangan hingga berjam-jam.

Pasalnya, ancaman bom menjadi sangat serius di Indonesia karena saat itu sedang dalam kondisi siaga terorisme. Ancaman bom juga bukanlah bercandaan, bahkan saat semua penumpang sudah dalam pesawat dan ada sebutan kata bom saja bisa membuat panik dan perjalanan tertunda agar pihak kepolisian bisa menyisir semua kabin. Kini diketahui, bila mengatakan bom sembarangan dalam penerbangan, pelaku akan di amankan dan akan diberi sanksi oleh pihak keamanan.