Frustasi, Warga London Setiap Hari Habiskan Waktu Rata-Rata 74 Menit di Kereta Komuter

Ilustrasi penumpang menunggu kereta di London (Business Matters)

Perjalanan yang lama akibat macet atau penuhnya kereta bisa membuat seseorang jenuh dan menjadi masalah tersendiri bagi pekerjaan mereka. Hal ini tengah dirasakan oleh warga London yang melakukan perjalanan pergi dan pulang rata-rata selama 74 menit setiap harinya.

Baca juga: Menyoal Kepadatan Penumpang Kereta di Inggris, Desainer ini Adopsi Konsep Kursi Bar dan Jemuran

Bahkan, menurut penelitian, masyarakat London menanggung beban yang berat dalam perjaanan mereka dan bila dihitung melebihi dua kali rata-rata dunia selama 40 menit. Tak hanya itu dua pertiga masyarakat London mengatakan, menggunakan transportasi umum merupakan bagian paling menegangkan dari kehidupan ibu kota.

KabarPenumpang.com merangkum dari laman bmmagazine.co.uk (2/5/2018), selama perjalanan sehari-hari merupakan kegiatan yang tidak menyenangkan saat masyarakat London mempertimbangkan waktu yang diperlukan untuk bekerja. Sehingga tidak mengherankan banyak pekerja profesional dan pebisnis yang mencari alternatif lain untuk bekerja.

Data dari Departemen Transportasi Inggris, kereta yang penuh sesak membawa hampir dua kali lipat jumlah penumpang. Apalagi selama enam tahun terakhir, permintaan layanan kereta api ke London meningkat 12 persen.

Diperkirakan juga pada awal 2030-an, kereta Waterloo pada jam sibuk akan memiliki penumpang yang padat dan berjejalan. Penumpang kereta dulunya pertahun hanya 800 miliar hingga akhir 1990-an dan meningkat menjadi 1,6 miliar pada tahun 2015.

Dengan tarif yang tinggi saat ini dan layanan kereta api yang sering tidak bisa diandalkan, membuat para penumpang frustasi. Karena alasan tersebut, banyak orang perlahan meninggalkan menggunakan kereta api dan memilih bekerja dari rumah sementara masyarakat London mengubah cara mereka bekerja untuk menghindari penggunaan kereta api.

Tak hanya itu, tarif kereta api sendiri rata-rata naik 3,4 persen sejak 2013 lalu dan tiket murah saat ini hanya akan menjadi bagian dari masa lalu karena naik dua kali lebih cepat dibandingkan dengan gaji selama satu dekade. Bila di total lebih dari £3 ribu atau Rp55 juta sampai £5 ribu Rp93 juta pertahun penumpang kereta menghabiskan uang mereka tergantung rute perjalanan setiap harinya.

Adanya masalah ini, membuat beberapa perusahaan membuat skema dimana memberikan pinjaman sepeda dan pelengkap keselamatannya untuk berangkat bekerja dibanding harus mengeluarkan biaya yang cukup besar. Bila dihitung untuk keuntungan finansial ini lebih hemat dan gaya hidup yang diterapkan lebih sehat serta ramah lingkungan.

Baca juga: Urai Konsentrasi Kepadatan Lalu Lintas Darat, Phnom Penh Hadirkan Layanan Taksi Air Perdananya!

Beberapa perusahaan pun menawarkan kemudahan ataupun bekerja jarak jauh (remote). Kerja yang fleksibel bisa berdampak positif bagi kesehatan fisik dan mental serta produktivitas karyawan.

Selain itu dengan bekerja jarak jauh penuh waktu memang tidak mungkin dilakukan, tetapi pertimbangan beberapa perusahaan untuk memudahkan karyawannya melakukan sesekali seperti di rumah atau ruang kerja dekat mereka satu atau dua kali seminggu terlihat memungkinkan. Tak hanya mengurangi kepadatan kereta api, dengan cara ini perusahaan juga menghemat biaya ruang kantor dan tagihan lainnya.