FlixBus – Model Bisnis Bus Baru Asal Jerman, Mahakarya Tiga Entrepreneur Muda

Sumber: Busbud

Semisal di Indonesia ada Damri yang menjadi salah satu tulang punggung penyedia jasa layanan transportasi bus, maka Negeri Bavaria Jerman punya FlixBus. Perusahaan ini sendiri meluncurkan layanan perdananya pada tahun 2013, mengikuti deregulasi pasar bus Jeman. Sama halnya seperti penyedia jasa layanan bus di belahan negara lain, tujuan hadirnya FlixBus adalah untuk disandingkan dengan sarana tranportasi lain di Jeman, seperti layanan ride-sharing dan Deutsche Bahn.

Baca Juga: 10 Halte Bus Ini Jelas Tidak Biasa

Diprakarsai oleh Daniel Krauss, Jochen Engert, André Schwämmlein, FlixBus lalu berkembang menjadi model bisnis yang unik – sebuah startup, layanan online, dan bisnis di sektor transportasi. Selayaknya Uber, FlixBus pun lama kelamaan berkembang menjadi sebuah perusahaan besar yang punya pasarnya tersendiri. Tidak hanya di Jerman, layanan FlixBus pun dewasa ini mulai berkembang di negara-negara Eropa lainnya.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman total-croatia-news.com, layanan FlixBus yang bisa dibilang menjadi salah satu inovasi jasa transportasi bus berbasis online pun menjadi primadona baru di Kroasia pada awal kemunculannya di sekitar tahun 2016 silam. Perkembangannya yang cukup signifikan lalu menjaring ratusan perusahaan kecil untuk turut berbaur ke dalam perusahaan yang berbasis di Berlin ini.

Layanan Flixbus sendiri bekerja sama dengan sejumlah perusahaan bus regional dari seluruh Eropa. Mitra lokal bertanggung jawab atas rute pengoperasian sehari-hari, sementara Flixbus bertanggung jawab atas otorisasi resmi yang diperlukan untuk mengoperasikan jaringan jarak jauh. Flixbus menangani perencanaan jaringan, pemasaran, penetapan harga, manajemen mutu, dan layanan pelanggan. Model bisnis seperti ini memungkinkan perusahaan untuk berkembang dengan cepat. Di sisi lain, kualitas bus tergantung pada armada yang tersedia di setiap sub kontraktor.

Baca Juga: Volvo Rilis Dua Model Bus Terbaru Untuk Wisata dan Perjalanan Jarak Jauh

Dengan beredarnya bus ini di Jerman dan Kroasia, sudah barang tentu mereka membuka koneksi baru dengan menghubungkan sejumlah kota di Benua Biru. Tidak hanya di Eropa, pada tanggal 15 Mei 2018 kemarin, FlixBus baru saja mengembangkan sayap bisnisnya hingga ke Negeri Paman Sam, Amerika Serikat. Dengan menjadikan Los Angeles sebagai hub utamanya, rencananya perusahaan ini akan menghubungkan beberapa kota penting di sana, seperti Las Vegas, San Diego, Tucson, dan Phoenix.

Di Kroasia sendiri, salah satu negara dengan penyebaran Flixbus terbesar, layanan ini telah mengkoneksikan lebih dari 20 kota di Ktoasia dengan sekitar 40 kota lain di Eropa, termasuk Slovenia, Austria, Italia, Jerman, dan Swiss.