Erupsi Gunung Agung, AirAsia Batalkan 22 Penerbangan Domestik dan Internasional

(The Jakarta Post)

Gunung Agung yang kembali erupsi pada Kamis (26/6/2018) kemarin membuat Direktorat Navigasi Penerbangan mengeluarkan NOTAM (Notice to Airmen) penutupan bandara. Penutupan yang berlangsung pada hari ini, 29 April 2018 dilaksanakan selama 16 jam sejak pukul 03.00 WITA hingga 19.00 WITA.

Baca juga: Gunung Agung Erupsi, Citilink Batalkan Seluruh Penerbangan dari dan Menuju Denpasar

Bukan hanya Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Bali yang ditutup, semua maskapai yang memiliki rute penerbangan dari dan ke Pulau Dewata ini juga harus membatalkannya. Salah satu diantara maskapai yang membatalkan penerbangannya adalah AirAsia.

Dikabarkan maskapai berbiaya hemat (LCC) ini membatalkan 22 penerbangannya setelah erupsi Gunung Agung. Dilansir KabarPenumpang.com dari thejakartapost.com, AirAsia mengatakan, karena letusan Gunung Agung baru-baru ini di Bali, beberapa penerbangan mereka yang dijadwalkan tiba dan berangkat dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Denpasar ikut terpengaruh.

Penerbangan yang terkena dampak termasuk salah satunya dari kota-kota populer di Indonesia dan negara tetangga seperti dari Kuala Lumpur, Malaysia. Dari Kuala Lumpur sendiri ada lima penerbangan yakni AK 370, AK 317, AK 378, AK 379, QZ 555.

Penerbangan Bali dan Singapura ada tiga dengan nomor QZ 507, QZ 508, QZ 509, penerbangan Bali dan Perth ada dua, yakni QZ 536, QZ 537. Sedangkan Bali dan Jakarta ada delapan penerbangan QZ 7533, QZ 7534, XT 7516, XT 7517, XT 7518, XT 7519, XT 7522, XT 7523, Penerbangan Bali dan Surabaya ada dua XT 7624, XT 7625 serta Bali dan Manila ada dua dengan nomor Z 2231 dan Z 2232.

Baca juga: Ini Dia Serba-Serbi NOTAM, Pemberitahuan Yang Terkesan “Menakutkan”

Sedangkan penerbangan FD 398 dan FD 399 antara Bali dan Bangkok, Thailand, serta penerbangan Perth ke Bali QZ 545 dan penerbangan Kuala Lumpur ke Bali QZ 557 telah ditunda. Maskapai AirAsia mengatakan, penumpang akan diberitahu tentang status penerbangan mereka melalui email dan pesan teks dan menyarankan para penumpang untuk memperbaharui semua rincian kontak di situs web AirAsia untuk memastikan mereka menerima pemberitahuan.

Dikarenakan adanya pembatalan, pihak maskapai juga memberitahukan kepada penumpang dan memberikan pilihan menjadwal ulang penerbangan, mengubah rute perjalanan atau menerima pengembalian uang atau kredit.