Dalam empat tahun terakhir, terhitung sejak CEO SpaceX, Elon Musk mengutarakan niatnya untuk membangun sebuah moda transportasi modern, namun tampaknya ia terlalu sibuk untuk mengerjakan proyek Hyperloop sendirian. Dikabarkan, ia sudah menghabiskan banyak waktunya dengan menunggu perusahaan lain yang bisa mengajaknya “jalan bersama”, sementara sebuah laporan mengindikasi bahwa seorang miliarder asal Afrika Selatan telah mengambil langkah lebih jauh dengan teknologi Hyperloopnya sendiri.
Baca Juga: Uji Coba XP-1, Hyperloop: “Teknologi Kami Siap Dipasarkan”
Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (4/8/2017), banyak perusahaan startup yang bermunculan dengan membangun sistem transportasi futuristiknya masing-masing, terutama setelah rencana pengadaan Hyperloop oleh Elon Musk dipublikasikan pada tahun 2013 silam. Salah satu kompetitornya bahkan sudah membuat sebuah perkembangan yang signifikan, dengan mengadakan serangkaian uji coba, hingga menempa kesepakatan dengan pemerintah dari berbagai negara.
Dan sekarang, Elon Musk nampaknya siap untuk menjadi rival utama perusahaan tersebut, dengan berbekal persetujuan dari pemerintah federal yang mendukung sistem Hyperloop antara New York dan Washington DC. Dengan mengerahkan salah satu perusahaannya yang bergerak di bidang pengeboran, The Boring Company, Elon Musk berencana untuk merangkulnya dalam merealisasikan konsep dasar dari Hyperloop itu sendiri.
Baca Juga: Elon Musk Hadirkan Solusi Transportasi Canggih Berbasis Travelator
“Bersama The Boring Company, kami berencana membangun terowongan dengan biaya rendah dan cepat yang akan menampung sistem transportasi kecepatan tinggi baru,” tutur Elon. “Sebagian besar akan menjadi sebuah terowongan bertekanan standar yang berisikan moda yang dapat melaju hingga kecepatan lebih dari 125 miles per hour (201 km per jam). Sedangkan untuk rute jarak jauh dengan trek lurus seperti New York menuju Washington DC, akan terdengar logis untuk menggunakan pod bertekanan di sebuah terowongan depresurisasi yang memungkinkan melaju hingga kecepatan lebih dari 600 miles per hour (966 km per jam),” tambahnya. Dengan kata lain, Elon berpikiran akan lebih masuk akal untuk menggunakan Hyperloop di trek lurus.
Dalam merealisasikan pengeboran bawah tanah dar New York menuju Wahsington DC, Hyperloop mengaku ini akan menjadi penggalian terowongan terpanjang di dunia, dengan rentang jarak 328 km. Tentu saja, proses pengeboran ini membutuhkan beberapa lompatan besar dari segi teknologinya, namun inilah sebenarnya yang menjadi tujuan perekrutan The Boring Company. Dengan tujuan untuk memangkas biasa pengeboran dan mempercepat prosesnya secara signifikan.
Baca Juga: Uji Coba Perdana, Hyperloop One Sukses Meluncur 112 Km Per Jam
Berbicara tentang mempercepat segalanya, The Boring Company mengakui kemajuan yang dibuat oleh beberapa perusahaan startup yang memiliki konsep serupa dengan Hyperloop, namun tampaknya perusahaan startup ini terlalu bersemangat untuk sesegera mungkin menjalankan proyeknya. “Sementara kami didorong agar pihak lain membuat sebuah perkembangan, kami ingin mempercepat pengembangan teknologi moda futuristik ini,” tutur Elon dalam sebuah pernyataan. “Kami mendukung perusahaan lain yang ingin membangun Hyperloop sepenuhnya, dan kami tidak bermaksud untuk menghentikan progress mereka yang menggunakan nama Hyperloop, selama mereka menggunakannya dengan benar,” tambahnya.